Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Simalungun memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada pelajar di SMP Negeri 1 Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Kegiatan Police Goes To School pada Senin (31/8) ini menyoroti rendahnya kesadaran pelajar akan bahaya duduk di atas angkutan umum maupun bergantungan di pintu kendaraan saat berangkat dan pulang sekolah.
SIMALUNGUN — SMP Negeri 1 Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, menjadi sasaran sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang digelar Satlantas Polres Simalungun, Senin (31/8). Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Frisca Susana bersama Kanit Kamsel Ipda Sarman CH Sitanggang dan Brigadir Ricky Wijaya turun langsung memberikan materi kepada para siswa.
Edukasi ini berfokus pada sejumlah kebiasaan berisiko yang masih kerap dilakukan pelajar di wilayah hukum Polres Simalungun. Selain duduk di atas atap kendaraan umum, pihak kepolisian juga menyoroti kebiasaan bergantungan di pintu angkutan, tidak memakai helm, serta perilaku ugal-ugalan di jalan raya.
Empat Risiko Utama Kebiasaan Pelajar di Angkutan Umum
AKP Frisca Susana memaparkan bahwa duduk di atas angkutan umum membawa risiko fatal yang sering tidak disadari para pelajar. Rem mendadak, tikungan tajam, hingga tersangkut kabel menjadi beberapa faktor yang bisa membuat penumpang terjatuh dari kendaraan.
Kondisi jalan berlubang juga disebut sebagai pemicu lain yang dapat menyebabkan pelajar kehilangan keseimbangan saat berada di atas kendaraan. Kombinasi faktor-faktor inilah yang menurut kepolisian kerap berujung pada kecelakaan lalu lintas.
Mengapa Kesadaran Pelajar di Simalungun Masih Rendah
AKP Frisca mengungkapkan bahwa masih banyak pelajar di Kabupaten Simalungun yang memiliki kesadaran rendah terhadap keselamatan berlalu lintas. Hal ini menjadi perhatian serius Satlantas Polres Simalungun mengingat pelajar merupakan kelompok rentan menjadi korban kecelakaan.
Ipda Sarman CH Sitanggang menambahkan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah preventif agar pelajar tidak menjadi korban kecelakaan lalu lintas akibat ketidakpahaman terhadap peraturan berkendara. Kegiatan serupa akan terus dilakukan di sekolah-sekolah lain di wilayah Simalungun.
Harapan ke Depan: Guru sebagai Agen Keselamatan
Kepolisian berharap edukasi ini mampu menumbuhkan dan menguatkan kesadaran pelajar dalam mematuhi peraturan lalu lintas. Keselamatan diri sendiri, menurut AKP Frisca, pada akhirnya juga menjadi bentuk tanggung jawab pelajar kepada orang tua.
Para guru juga diharapkan berperan aktif menjadi agen pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah masing-masing. Peran guru dinilai strategis dalam membiasakan disiplin berlalu lintas sejak dini kepada para siswa.
Pengemudi Angkutan Umum Juga Bakal Kena Tegur
Upaya pencegahan tidak hanya menyasar pelajar. Ipda Sarman menegaskan pihaknya akan memberikan penyuluhan dan teguran kepada para pengemudi angkutan umum di wilayah Polres Simalungun yang masih mengangkut penumpang hingga ke atas kendaraan.
Langkah ini diambil untuk memutus rantai kebiasaan berbahaya yang melibatkan pelajar sebagai penumpang angkutan umum. Penindakan di lapangan akan menyusul jika masih ada pengemudi yang membandel membiarkan penumpang duduk di atap kendaraan.