Pencarian

Volume Peti Kemas Stasiun Belawan Melonjak 83 Persen, Gerbang Logistik Sumatera Utara Makin Strategis

Senin, 31 Agustus 2026 • 22:17:03 WIB
Volume Peti Kemas Stasiun Belawan Melonjak 83 Persen, Gerbang Logistik Sumatera Utara Makin Strategis
Volume peti kemas yang diangkut melalui Stasiun Belawan di Medan melonjak 83 persen hingga Agustus 2026.

Volume peti kemas yang diangkut melalui Stasiun Belawan di Medan melonjak 83 persen hingga Agustus 2026, memperkuat posisi stasiun itu sebagai gerbang logistik utama yang terhubung langsung dengan kawasan pelabuhan di Sumatera Utara. Sepanjang periode tersebut, stasiun bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara ini melayani bongkar muat 18.636 TEUs peti kemas, sekaligus mencatat arus komoditas crude palm oil (CPO) dan lateks dari berbagai pabrik perkebunan.

MEDAN — Lonjakan 83 persen volume muat peti kemas itu tercatat setelah KAI Divre I Sumut mendampingi kunjungan Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko Infra, Hermin Esti Setyowati, di Medan, Senin lalu. Kunjungan tersebut untuk meninjau potensi serta kesiapan sarana-prasarana perkeretaapian sebagai tulang punggung logistik daerah.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan posisi Stasiun Belawan vital dalam menjamin kelancaran arus barang, distribusi komoditas, hingga penanganan peti kemas yang terhubung dengan aktivitas kepelabuhanan.

Data Arus Barang: CPO, Lateks, dan Ekspor Peti Kemas

Hingga Agustus 2026, angkutan barang yang melintasi Stasiun Belawan mencatatkan volume bongkaran hingga 27.460 ton CPO dan 537 ton lateks dari berbagai pabrik perkebunan menuju pelabuhan. Untuk angkutan peti kemas, total layanan mencapai 18.636 TEUs dengan rincian 12.773 TEUs untuk muat dan 5.863 TEUs bongkar.

Khusus volume muat, terjadi pertumbuhan signifikan dari 6.974 TEUs pada periode yang sama tahun 2025 menjadi 12.773 TEUs. Distribusi ini menyuplai simpul-simpul ekonomi daerah, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Jaga Rantai Pasok dan Stabilitas Harga di Sumut

Menurut Anwar, kelancaran distribusi peti kemas dari Stasiun Belawan turut menjaga rantai pasok dan stabilitas harga kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara. Hal ini menjadi krusial mengingat konektivitas antara pelabuhan dan kawasan industri menjadi penentu kelancaran ekonomi.

"Stasiun Belawan memiliki posisi strategis dalam mendukung pergerakan logistik. Keberadaan layanan angkutan barang melalui kereta api menjadi bagian penting dari konektivitas distribusi komoditas dan peti kemas di Sumatera Utara," kata Anwar.

Riwayat KA Srilelawangsa dan Peluang Reaktivasi

Selain menjadi simpul logistik, Stasiun Belawan juga memiliki nilai historis sebagai pemadu moda transportasi laut menuju pusat Kota Medan. Kereta api penumpang terakhir yang beroperasi di lintas tersebut adalah KA Srilelawangsa relasi Medan–Belawan, sebelum dihentikan operasionalnya pada 2010 akibat penurunan volume peminat.

KAI menyatakan siap mendukung peninjauan dan kajian komprehensif bersama pemangku kepentingan untuk melihat potensi reaktivasi maupun pengembangan angkutan penumpang di masa mendatang.

"Pengembangan layanan perkeretaapian tentu membutuhkan kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, pola perjalanan, kesiapan prasarana, serta aspek operasional. KAI siap mendukung koordinasi dan kajian teknis untuk mengoptimalkan potensi konektivitas serta memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai pusat integrasi logistik maupun angkutan penumpang di Sumatera Utara," ujarnya.

Kunjungan Kemenko Infra tersebut menegaskan arah pengembangan Stasiun Belawan ke depan, tidak hanya sebagai gerbang logistik tetapi juga potensi pusat integrasi multimoda yang menghubungkan darat dan laut di Sumatera Utara.

Follow www.kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks