Pencarian

PKB Mobil dan Motor Berpotensi Diturunkan di Daerah Tertentu, Bobby Nasution Ungkap Tujuannya

Senin, 31 Agustus 2026 • 22:24:40 WIB
PKB Mobil dan Motor Berpotensi Diturunkan di Daerah Tertentu, Bobby Nasution Ungkap Tujuannya
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution membuka rapat koordinasi di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Senin (31/8/2026).

MEDAN — Dampak kebijakan opsen pajak kendaraan mulai terasa tidak merata di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Daerah dengan kepadatan kendaraan tinggi seperti Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang diuntungkan, sementara daerah lain berpotensi tertinggal.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menilai kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini. Salah satu opsi yang mengemuka adalah menurunkan tarif PKB di daerah yang potensi penerimaannya kecil.

"Ini kan sekarang dengan kebijakan opsen, penerimaan langsung masuk ke kabupaten/kota. Makanya bagaimana jika di daerah tertentu untuk kendaraan itu pajaknya kita rendahkan," ujar Bobby Nasution sebelum membuka rapat koordinasi di Aula Raja Inal Siregar, Senin (31/8/2026).

Potensi Kendaraan "Kabur" ke Medan

Bobby menjelaskan, selisih tarif PKB antardaerah berpotensi membuat pemilik kendaraan memilih mendaftarkan kendaraannya di kota besar. Kondisi ini justru memperlebar jurang penerimaan antardaerah.

"Sehingga tidak semua orang membeli mobil ke Medan, misalnya," tegas mantan Wali Kota Medan tersebut.

Dengan penyesuaian tarif, masyarakat diharapkan lebih tertarik membeli dan mendaftarkan kendaraan di daerah asal. Penerimaan daerah pun bisa lebih merata tanpa harus mengorbankan minat masyarakat membeli kendaraan.

Angka Realisasi PAD Sumut Capai 55,41% per Agustus

Meski wacana penyesuaian masih dikaji, capaian penerimaan daerah sejauh ini mencatatkan progres positif. Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut menunjukkan realisasi penerimaan telah mencapai 55,41 persen dari target Rp 6,96 triliun.

Per Agustus 2026, realisasi yang masuk baru sekitar Rp 3,86 triliun untuk seluruh jenis penerimaan. Gubernur meminta kabupaten/kota menggenjot realisasi hingga 100 persen pada akhir tahun.

"Sampai Agustus memang capaiannya cukup bagus. Tetapi kalau dihitung untuk bulan ini, nampaknya harus dipacu lagi agar bisa kita capai 100 persen hingga akhir tahun," jelasnya.

Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Beri Dukungan

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni mengapresiasi langkah Gubernur Sumut menginisiasi rapat koordinasi tersebut. Ia menilai kolaborasi antara provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci optimalisasi penerimaan.

"Kita sebagai pembina Samsat hadir di sini. Sebab kita memang tidak bisa kerja sendiri, harus ada dukungan semua untuk mengoptimalkan penerimaan ini," ungkap Agus Fatoni.

Selain PKB, ia menyebut masih ada potensi penerimaan lain yang bisa dioptimalkan, seperti dana transfer pusat, BUMD, BLUD, pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD), CSR, hingga Baznas.

Pada kesempatan yang sama, Agus Fatoni menyerahkan piagam penghargaan kepada Bobby Nasution atas upaya peningkatan PAD di Sumut. Kegiatan ini turut dihadiri Komisaris Utama Jasa Raharja Aan Suhanan, Direktur Utama Jasa Raharja M Awaluddin, Ketua Baznas Sumut M Hatta, serta para bupati/wali kota se-Sumut.

Langkah Lanjutan: BLUD Olahraga Diluncurkan November

Pemprov Sumut tidak berhenti pada optimalisasi pajak kendaraan. Bobby Nasution menyebut ada terobosan lain yang tengah disiapkan untuk menambah pundi-pundi daerah.

"Termasuk juga kami mencari jalan dari yang lain seperti meluncurkan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) bidang Olahraga, rencananya pada November mendatang," pungkasnya.

Follow www.kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aktualonline.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks