MEDAN — Prakirawan BBMKG Wilayah I, Ilham Haris, menyampaikan bahwa hujan lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah, antara lain Humbang Hasundutan, Gunungsitoli, Nias Utara, Nias Selatan, Mandailing Natal, Padanglawas Utara, Dairi, dan Pakpak Bharat. Sementara itu, hujan sedang pada siang atau sore hari diperkirakan mengguyur Kota Medan, Langkat, Simalungun, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, hingga Toba.
Empat Titik Panas Terdeteksi di Dua Kabupaten
BBMKG Wilayah I mencatat adanya empat titik panas (hotspot) yang terpantau di Sumatera Utara. Titik-titik tersebut tersebar di Kabupaten Karo dan Deli Serdang. Meski demikian, pihak BMKG belum merinci lebih lanjut jenis lahan yang terbakar atau luas area yang terdampak.
Fenomena titik panas ini kerap dipicu oleh musim kemarau atau aktivitas pembukaan lahan. Masyarakat di sekitar lokasi diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan yang berpotensi meluas.
Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Diminta Siaga
"Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Sumut yang dapat menyebabkan bencana seperti banjir, longsor, maupun angin kencang," ujar Ilham dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Imbauan ini ditujukan khususnya bagi warga yang bermukim di lereng perbukitan, bantaran sungai, dan dataran rendah. Hujan dengan durasi panjang dinilai mampu memicu pergerakan tanah dan genangan.
Suhu Udara Bervariasi, Kelembapan Tinggi
Secara keseluruhan, suhu udara di Sumatera Utara hari ini berkisar antara 15 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara tercatat cukup tinggi, yakni 74 hingga 99 persen, dengan angin bergerak dari selatan ke barat daya dengan kecepatan 5 hingga 30 kilometer per jam.
Di Kota Medan, suhu udara berkisar 24-30 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 4 kilometer per jam. Sementara di Deli Serdang, suhu lebih dingin pada pagi hari dengan rentang 17-31 derajat Celsius.
BMKG mengingatkan bahwa kombinasi suhu dingin dan kelembapan tinggi di beberapa titik dapat meningkatkan risiko penyakit musiman seperti influenza dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi kelompok rentan.