SUMATERA UTARA — Xbox resmi meluncurkan divisi hiburan baru bernama XP yang menaungi bisnis film, televisi, produk konsumen, kemitraan strategis, dan pengalaman langsung. Divisi ini dipimpin Kayleen Walters, presiden studio Minecraft Mojang yang juga produser eksekutif "A Minecraft Movie". Langkah tersebut menandai ekspansi Xbox dari sekadar penerbit gim menjadi pemain hiburan lintas platform.
XP menjadi rumah baru bagi sejumlah waralaba gim populer milik Xbox, mulai dari "Minecraft", "Call of Duty", "Fallout", "Warcraft", "Gears of War", "Candy Crush", "Diablo", "Forza", "The Elder Scrolls", hingga "Halo". Nama XP sendiri diambil dari istilah "experience points" yang akrab di kalangan gamer.
Kayleen Walters kini menjabat sebagai presiden XP setelah sebelumnya memimpin Mojang. CEO Xbox Asha Sharma menyebut Walters akan memimpin tim yang fokus membangun hiburan dan pengalaman berbasis waralaba gim Xbox di berbagai lini.
Empat Fokus Investasi XP
Chief strategy officer Xbox Matthew Ball merinci empat area investasi utama divisi ini dalam memo internal kepada staf. Keempatnya mencakup film dan televisi, produk, acara langsung, serta kemitraan merek.
- Xbox Pictures: membawa dunia dan karakter gim ke audiens baru lewat film, televisi, dan bentuk penceritaan linear lain.
- Xbox Products: menghadirkan produk yang autentik bagi penggemar untuk merayakan dan mengekspresikan waralaba favorit mereka.
- Xbox Places: menyatukan komunitas melalui acara langsung, pengalaman imersif, atraksi, siaran, dan destinasi.
- Xbox Partnerships: bekerja sama dengan kreator, merek, dan komunitas untuk mengembangkan pengalaman, sponsor, dan kemitraan baru.
Ball menyebut visi baru ini menyatukan berbagai kemampuan yang selama bertahun-tahun tersebar di banyak tim Xbox. Tujuannya, membantu waralaba Xbox menjangkau lebih banyak orang dan memperkuat ikatan dengan pemain lama maupun penggemar baru.
Jejak Walters di Lucasfilm dan Minecraft
Walters bukan nama baru di industri hiburan. Ia menghabiskan 13 tahun di Lucasfilm dan berperan besar dalam pertumbuhan serta peluncuran ulang salah satu waralaba paling berpengaruh dalam sejarah film.
Selama di Mojang, "Minecraft" tumbuh dari 350 juta unit terjual menjadi lebih dari 425 juta. Film "A Minecraft Movie" yang diproduksi Warner Bros. mencatat pembukaan akhir pekan terbesar sepanjang sejarah adaptasi gim dan menempati posisi nomor satu di box office domestik Amerika Serikat.
Atas kesuksesan itu, tim Walters di Mojang mengamankan kesepakatan untuk taman tema Minecraft pertama dari beberapa taman yang direncanakan.
Deretan Proyek Film dan Serial yang Disiapkan
Xbox telah memiliki sejumlah adaptasi populer seperti "A Minecraft Movie" dan serial "Fallout" di Amazon. Sejumlah proyek lain sedang digarap, termasuk serial animasi "Diablo", film "Call of Duty" di Paramount, serta hak film dan televisi untuk gim terbaru Hideo Kojima, "Physint".
Ekspansi ini membuat Xbox bergerak melampaui kapasitas studio Hollywood tradisional. Perusahaan juga baru menggelar BlizzCon pertama dalam tiga tahun dan menggelar takeover gim "Gears of War" bersama WWE.
Maria Angelidou-Smith Gantikan Walters di Mojang
Posisi Walters di Mojang akan diisi Maria Angelidou-Smith, yang sebelumnya menjabat chief product officer di Reddit dan pernah bekerja di Meta. Sharma menyebut Mojang membutuhkan sosok yang mampu membangun produk untuk komunitas berskala besar dan memahami cara kreator, produk, teknologi, serta monetisasi berjalan bersama.
"Minecraft adalah salah satu komunitas terbesar di industri hiburan," kata Sharma. "Ratusan juta orang bermain, membangun, berkarya, mengajar, menonton, membuat mod, menjalankan server, dan membangun bisnis di sekitar Minecraft."
Walters sendiri menyebut XP lahir dari keyakinan sederhana bahwa waralaba gim terbesar di dunia punya peluang menjangkau orang jauh melampaui batas permainannya. "Penggemar tidak hanya memainkan waralaba kami. Mereka menontonnya, memakainya, menghadirinya, merayakannya, dan terhubung dengannya lewat berbagai cara," ujarnya dalam memo.
Langkah Xbox ini memperkuat tren adaptasi gim ke layar lebar dan televisi yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu mesin pertumbuhan industri hiburan global, termasuk di pasar Indonesia yang memiliki basis pemain gim besar.