Pencarian

BEI Minta Investor Tenang soal Usulan MSCI, Konsultasi Berakhir April 2027

Senin, 19 Oktober 2026 • 11:32:02 WIB
BEI Minta Investor Tenang soal Usulan MSCI, Konsultasi Berakhir April 2027
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menegaskan kategori Standalone Market yang diusulkan MSCI bukan klasifikasi paling rendah dalam penilaian pasar saham global.

JAKARTA — Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menegaskan bahwa kategori Standalone Market atau Pasar Mandiri yang diusulkan MSCI bukanlah klasifikasi paling rendah dalam penilaian pasar saham global. Kategori itu merupakan kelompok tersendiri bagi pasar yang memerlukan perhatian lebih lanjut. MSCI sendiri memiliki tiga klasifikasi utama, yakni Developed Market, Emerging Market, dan Frontier Market.

"Standalone Market tidak berarti posisi pasar berada pada tingkat paling rendah. Kategori ini secara khusus digunakan untuk pasar yang membutuhkan perhatian lebih," ungkap Iding.

Apa Isi Usulan MSCI dan Sampai Kapan Konsultasinya?

BEI akan berdialog dengan MSCI untuk memahami pertimbangan di balik usulan perubahan klasifikasi tersebut. Proses konsultasi dijadwalkan berakhir pada April 2027, sedangkan keputusan final direncanakan diumumkan pada Juni 2027.

Selama periode konsultasi, BEI melanjutkan penguatan keterbukaan informasi, integritas, dan kemudahan investasi. Langkah itu dimaksudkan agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih terukur berdasarkan data yang memadai.

Empat Isu yang Jadi Perhatian MSCI

Iding menyebut ada sejumlah area yang menjadi sorotan MSCI, mulai dari transparansi, integritas, kemudahan investasi, hingga kualitas tata kelola. Perbaikan pasar modal akan diperkuat melalui penyediaan informasi yang lebih terbuka dan berkualitas.

"Jika dilihat dari fundamentalnya, pasar kita masih cukup baik. Hal yang menjadi perhatian MSCI terutama menyangkut transparansi, integritas, kemudahan investasi, dan kualitas tata kelola," jelas Iding.

Ia menilai fundamental pasar modal Indonesia masih berkembang. Indikasinya terlihat dari peningkatan nilai transaksi, pertumbuhan jumlah investor, serta kondisi perusahaan tercatat.

OJK Sebut Masukan MSCI Sejalan dengan Agenda Reformasi

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyatakan masukan MSCI sejalan dengan agenda percepatan reformasi integritas pasar modal. BEI dan OJK melanjutkan penguatan tata kelola, keterbukaan informasi, kemudahan investasi, serta konsistensi pengawasan dan penegakan hukum.

"OJK akan terus memperkokoh penegakan hukum demi menjaga integritas pasar modal melalui kerja sama yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan," kata Hasan.

OJK bersama lembaga pengatur mandiri juga akan menjalin komunikasi berkelanjutan dengan penyedia indeks global dan investor institusi.

Airlangga: Tekanan Pasar Bukan Tanda Ekonomi Merosot

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tekanan pasar tidak otomatis menunjukkan kemerosotan ekonomi nasional. Pengumuman MSCI diikuti tekanan pada pasar keuangan, termasuk koreksi IHSG dan pelemahan rupiah.

"Perekonomian Indonesia memiliki fundamental yang kuat, sedangkan gejolak saat ini lebih dipengaruhi sentimen pasar," ujar Airlangga.

Airlangga meminta investor membedakan tekanan psikologis pasar dengan kondisi ekonomi sebenarnya. Ia juga mendorong reformasi dilaksanakan dengan tahapan dan jadwal yang jelas.

Pemerintah akan berkoordinasi dengan BEI dan mencermati berbagai masukan MSCI tanpa berprasangka buruk. Reformasi transparansi dan tata kelola disebut menjadi kunci menjaga daya saing serta kepercayaan investor di tengah proses konsultasi yang masih berjalan.

Follow www.kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: intipnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks