SUMATERA UTARA — Penyelenggaraan Madura Culture 2026 kali ini tidak hanya menghadirkan atraksi budaya. Di dalam arena, Stand Bappeda Sumenep justru mencuri perhatian lewat lomba foto kontemporer yang bisa diikuti seluruh pengunjung.
Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Arif Firmanto, menegaskan lomba ini bukan kompetisi fotografi konvensional. Peserta hanya perlu membidik objek atau momen menarik di area stand menggunakan kamera ponsel masing-masing.
Hadiah Lomba Foto Stand Bappeda Sumenep
Panitia menyiapkan total lima kategori pemenang dengan rincian hadiah sebagai berikut:
- Juara 1: Rp750 ribu + bingkisan
- Juara 2: Rp500 ribu + bingkisan
- Juara 3: Rp250 ribu + bingkisan
- Favorite 1: dispenser
- Favorite 2: magic com
Mekanisme penilaian dilakukan setelah foto masuk dan dikurasi panitia. Tiga pemenang utama dipilih berdasarkan kualitas, sementara dua kategori favorit memberi ruang bagi pengunjung dengan hasil jepretan terpopuler.
Cara Mengikuti dan Ketentuan Lomba
Persyaratan serta tata cara pendaftaran dapat dilihat langsung pada banner yang dipasang di lokasi Stand Bappeda Sumenep. Lomba berlangsung selama periode Madura Culture 2026, sehingga pengunjung yang hadir di hari berbeda tetap memiliki kesempatan yang sama.
Konsep lomba ini sengaja dibuat tanpa syarat teknis yang rumit. Arif menjelaskan, keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan menjadi target utama penyelenggaraan.
"Di stand Bappeda, masyarakat bisa mendapatkan informasi sekaligus ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang kami siapkan. Salah satunya lomba foto menggunakan HP," ujar Arif Firmanto, Minggu (30/8/2026) malam.
Strategi Interaksi Publik dalam Stand Pemerintahan
Kehadiran lomba foto merupakan bagian dari transformasi cara pemerintah daerah menyampaikan informasi. Bappeda tidak ingin stand-nya hanya menjadi etalase statis berisi data pembangunan yang sulit dicerna.
Selain lomba, stand ini juga menyajikan capaian pembangunan daerah dan dokumen rencana pembangunan lima tahun ke depan. Ada pula aktivitas interaktif lain yang dirancang untuk menarik minat pengunjung datang langsung ke lokasi.
Harapannya, masyarakat semakin dekat dengan program pemerintah melalui pendekatan yang lebih ringan dan partisipatif. Bukan sekadar membaca papan informasi, pengunjung diajak berkreasi dan membawa pulang hadiah dari ajang ini.