SUMATERA UTARA — Pernyataan itu mengemuka di tengah gelaran The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), 19–21 Agustus 2026. Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa kolaborasi dengan PGE di proyek Lahendong dan Ulubelu adalah wujud nyata optimalisasi potensi sumber daya alam yang ada.
“Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Melalui kolaborasi PLN Indonesia Power dan PGE pada Lahendong dan Ulubelu, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut menjadi energi bersih yang andal sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional,” ujar Bernadus dikutip Kamis (27/8).
Mengubah Potensi Menjadi Listrik yang Bermanfaat
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang turut hadir dalam acara tersebut mengingatkan bahwa besarnya potensi panas bumi Indonesia tidak boleh berhenti sekadar menjadi angka di atas kertas. Ia menekankan pentingnya mengubah potensi tersebut menjadi proyek nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Energinya harus kita hadirkan menjadi listrik yang memberi manfaat bagi masyarakat, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat kemandirian energi bangsa,” tegas Bahlil. Ia menambahkan, pemerintah menyadari tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan sinergi kuat dari seluruh pemangku kepentingan industri.
Rincian Proyek dan Teknologi yang Digunakan
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara PLN Indonesia Power, PT PLN (Persero), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE). Secara spesifik, proyek pertama adalah pengembangan PLTP Lahendong Binary berkapasitas 15 MW di Sulawesi Utara. Proyek kedua adalah PLTP Ulubelu Binary berkapasitas 30 MW di Provinsi Lampung.
Kedua proyek ini menggunakan teknologi bottoming, yang memanfaatkan panas dari fluida panas bumi (brine) yang selama ini belum terpakai. Dengan begitu, energi tambahan bisa dihasilkan dari pembangkit geothermal yang sudah ada tanpa harus membuka lapangan uap (WKP) baru. Ini menjadi cara cerdas untuk meningkatkan kapasitas pembangkitan secara lebih efisien.
Inovasi dan Ragam Teknologi Dipamerkan
Dalam pameran IIGCE 2026, PLN Indonesia Power turut memamerkan sejumlah inovasi karya anak bangsa. Beberapa di antaranya adalah ROBOCOP untuk optimasi kondensor, Pro-Solver sebagai alat uji servo valve, serta ASTETIK untuk adaptor insert bor magnetic. Tak lupa, inovasi Green Hydrogen berbasis panas bumi juga menjadi sorotan.
Untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung, booth perusahaan juga menyajikan kopi khas dari Wanaka, yang dijuluki “Taste of Kamojang”. Kehadiran ini diharapkan tidak hanya memperlihatkan kapabilitas teknologi, tetapi juga kedekatan perusahaan dengan aspek lokal dan keberlanjutan.
Langkah PLN Indonesia Power ini menjadi sinyal positif bagi industri energi nasional. Dengan memaksimalkan potensi yang ada dan membangun sinergi antar-BUMN, target kemandirian energi Indonesia bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah pekerjaan yang sedang berjalan di lapangan.