Pencarian

Diet untuk Penderita GERD: Aturan Makan Aman dan Jadwal yang Disarankan Dokter

Jumat, 28 Agustus 2026 • 20:17:31 WIB
Diet untuk Penderita GERD: Aturan Makan Aman dan Jadwal yang Disarankan Dokter
Spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, memaparkan aturan makan aman bagi penderita GERD saat menjalani program diet.

SUMATERA UTARA — Memiliki penyakit asam lambung atau GERD seringkali membuat kita ragu untuk memulai program diet. Takutnya, bukan berat badan yang turun, malah heartburn dan rasa panas di dada yang datang menyerang. Kabar baiknya, kamu tetap bisa kok menjalani diet, asalkan metodenya tepat dan tidak asal memilih pola makan.

Spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa penderita GERD sebenarnya boleh saja berdiet. Namun, ada satu metode yang wajib dihindari: diet ekstrem seperti intermittent fasting yang membiarkan perut kosong dalam waktu lama. Prinsip utamanya justru terletak pada pengaturan frekuensi makan, bukan mengurangi porsi secara drastis.

Mengapa Intermittent Fasting Berbahaya untuk Asam Lambung?

Membiarkan perut kosong terlalu lama adalah pantangan utama bagi penderita GERD. Saat perut kosong, asam lambung bisa menumpuk dan memicu gejala tidak nyaman. dr. Yaze menjelaskan, mereka yang memiliki riwayat asam lambung tidak cocok menjalankan puasa intermiten karena lambung wajib terisi secara berkala sejak pagi hari.

Alih-alih membatasi jam makan, penderita GERD justru disarankan untuk menambah frekuensi makan. "Kalau GERD itu artinya kamu makan jadi lebih banyak jamnya. Misalnya nih, sedikit-sedikit tapi sering," ujar dr. Yaze dalam Live TikTok detikHealth, Kamis (20/8/2026).

Jadwal Makan Ideal untuk Memanjakan Lambung

Agar asam lambung tetap stabil dan program diet berjalan lancar, dr. Yaze merincikan jadwal makan yang wajib kamu patuhi setiap harinya:

  • Pagi hari: Wajib sarapan dan tidak boleh dilewatkan.
  • Camilan pagi: Konsumsi kudapan sehat sekitar pukul 10.00 WIB.
  • Makan siang: Disiplin dan tidak boleh terlambat, idealnya sekitar pukul 13.00 WIB.
  • Camilan sore: Isi perut kembali dengan camilan ringan pada pukul 16.00 WIB.
  • Makan malam: Tetap terkontrol dan tepat waktu, maksimal pada pukul 18.00 atau 19.00 WIB.

"Nggak boleh telat makan siang, habis itu ada camilan sore. Makan malam juga nggak boleh terlambat," tegasnya. Pola makan teratur ini menjaga lambung tetap bekerja normal tanpa harus menahan asam berlebih.

Atur Porsi dan Hindari Makanan Pemicu Gas

Selain jadwal, porsi makan juga perlu diperhatikan. Porsi makanan harian idealnya disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian masing-masing individu. Tujuannya agar nutrisi tetap tercukupi tanpa membuat tubuh kelebihan asupan.

Kamu juga harus lebih selektif dalam memilih makanan. Hindari asupan yang bisa memicu pembentukan gas berlebih di perut, seperti buah atau sayur tinggi gas (nangka dan kol) serta makanan pedas. Makanan-makanan ini bisa membuat perut kembung dan memperparah gejala GERD.

Jeda Waktu Sebelum Tidur yang Tidak Boleh Dilanggar

Satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah langsung berbaring setelah makan. dr. Yaze menekankan pentingnya jeda waktu sebelum tidur. Ia menyarankan untuk berhenti mengunyah makanan berat atau camilan minimal 2 jam sebelum waktu tidur.

"Habis itu hindari habis makan langsung berbaring misalnya. Jadi 2 jam sebelum tidur itu sudah berhenti mengunyah, kecuali minum air putih masih oke," beber dr. Yaze. "Tapi kalau misalnya makan berat atau ngemil, kalau bisa 2 jam sebelum tidur sudah berhenti, supaya GERD-nya nggak kambuh-kambuhan," tutupnya.

Dengan menerapkan jadwal makan teratur, memilih makanan yang tepat, dan memberi jeda sebelum tidur, program dietmu bisa tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan lambung. Selamat mencoba, Bunda!

Follow www.kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks