MEDAN — Sertifikasi halal tidak lagi sekadar pemenuhan kewajiban bagi pelaku usaha, melainkan menjadi pintu masuk produk Sumatera Utara menembus pasar nasional dan global. BPJPH menilai provinsi ini memiliki modal kuat untuk menjadi bagian dari kekuatan produsen halal Indonesia, bukan sekadar pasar konsumen.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa konsep halal kini telah berkembang melampaui dimensi keagamaan. Dalam perekonomian modern, halal berkaitan erat dengan kualitas, transparansi, ketertelusuran, kesehatan, serta kepercayaan konsumen.
Halal sebagai Simbol Kualitas dan Nilai Ekonomi
"Halal bukan lagi sekadar urusan agama. Halal is modern civilization. Halal adalah transparansi, traceability, simbol kesehatan, simbol kualitas, dan memiliki nilai ekonomi yang sangat besar," ujar Babe Haikal dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi besar di sektor UMKM, perdagangan, industri, hingga pariwisata. Seluruh potensi itu dinilai bisa masuk ke dalam rantai nilai halal nasional dan global jika dipetakan serta dikembangkan secara terintegrasi.
Gubernur Bobby: Bukan Sekadar Urusan Agama
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution sependapat bahwa industri halal harus dilihat dengan perspektif lebih luas. Ia menilai sektor ini menyimpan peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat, terlepas dari latar belakang agama.
"Industri halal bukan semata-mata dikaitkan dengan keagamaan. Mari kita lihat potensi besarnya. Bagi umat Muslim, halal merupakan kewajiban, tetapi bagi masyarakat lainnya, industri halal juga merupakan potensi ekonomi yang dapat kita kembangkan bersama," ungkap Bobby.
Bobby menegaskan keberagaman karakteristik masyarakat Sumatera Utara tidak menjadi hambatan dalam membangun ekosistem halal. Sebaliknya, potensi pariwisata, UMKM, perdagangan, dan industri justru dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberi manfaat luas.
Produk Unggulan Daerah Didorong Tembus Pasar Internasional
"Sumatera Utara jangan hanya menjadi pasar. Kita ingin Sumatera Utara menjadi bagian dari kekuatan produsen halal Indonesia. Produk-produk unggulan daerah harus kita dorong agar naik kelas dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional," tegas Babe Haikal.
Kegiatan Sumut Halal Fest di Medan turut dihadiri para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumatera Utara.
Bank Indonesia Diminta Perkuat Fasilitasi Sertifikasi
Gubernur Bobby mengapresiasi dukungan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dalam pengembangan UMKM, termasuk melalui fasilitasi sertifikasi halal. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, lembaga keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya terus ditingkatkan.
Dengan kolaborasi tersebut, daya saing produk unggulan Sumatera Utara diharapkan semakin kuat dan mampu menembus pasar internasional. Percepatan sertifikasi halal menjadi langkah awal yang strategis untuk mewujudkan target tersebut.