Jakarta – Sebanyak 5,10 hektare lahan persawahan di Desa Muara Limun, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, diselamatkan melalui operasi pemompaan air dari Sungai Batang Asai. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi mengerahkan satu unit mesin pompa irigasi lengkap dengan selang hisap dan selang buang untuk mengairi sawah yang terancam gagal panen akibat kekeringan.
Operasi ini berlangsung pada Minggu (23/8) mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai. Jarak sumber air dari lahan sekitar 250 meter, dan air Sungai Batang Asai dialirkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi. Hasil inspeksi lapangan menunjukkan debit dan ketersediaan air sungai masih mencukupi untuk sistem pemompaan, sehingga intervensi cepat dapat dilakukan pemerintah.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa ketersediaan air adalah fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, terutama sektor pertanian. “Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” kata Menteri Dody. Operasi ini memberikan manfaat langsung kepada sekitar 15 petani dari kelompok tani di desa tersebut.
Plt. Kepala BWS Sumatera VI Jambi Ferdinanto menambahkan bahwa langkah cepat ini adalah bentuk kehadiran pemerintah melindungi lahan pertanian. “Kami mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia untuk menyelamatkan lahan pertanian masyarakat. Melalui pemompaan dari Sungai Batang Asai, kebutuhan air tanaman dapat dipenuhi sehingga tanaman padi tetap dapat tumbuh dan risiko gagal panen dapat ditekan,” ujarnya.
Selama proses pemompaan, tidak ditemukan kendala signifikan. Untuk keberlanjutan, jadwal operasional pompa akan diatur agar pemanfaatan air optimal sesuai kebutuhan tanaman. Selain penanganan darurat, BWS Sumatera VI Jambi menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang, termasuk usulan pembangunan sumur bor sebagai sumber air alternatif dengan sistem perpompaan. Karena kawasan sawah masih sangat bergantung pada air hujan, rencana ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sarolangun untuk penanganan kekeringan yang lebih berkelanjutan.
Melalui upaya ini, Kementerian PU memperkuat ketahanan air dan pangan nasional, memastikan petani tetap berproduksi, dan mencegah gagal panen di lahan terdampak kekeringan.