SUMATERA UTARA — Kunjungan ini bukan sekadar seremoni belaka. Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) mengonfirmasi Infantino dan Grafstrom akan tiba di Hanoi pada sore hari menggunakan pesawat sewaan, dan langsung menuju kantor VFF untuk pertemuan singkat sebelum menuju stadion. Yang menarik, ada peluang besar Infantino yang akan menyerahkan langsung trofi juara kepada kapten tim pemenang di akhir laga nanti.
Jejak Kedatangan: Dari Republik Dominika ke Hanoi
Perjalanan Infantino kali ini merupakan bagian dari safari politiknya ke sejumlah negara ASEAN. Sebelum mendarat di Vietnam, pria asal Swiss tersebut tercatat berada di Republik Dominika pada 22-23 Agustus lalu. Ini menjadi sinyal kuat bahwa kunjungan kerjanya kali ini sarat akan agenda diplomasi, terlebih ia dikabarkan ingin kembali mencalonkan diri pada pemilihan presiden FIFA 2027 mendatang.
Bagi Vietnam, kehadiran Infantino bukan hal asing. Ia pertama kali menginjakkan kaki di negara tersebut pada Februari 2018, tepat setelah prestasi gemilang Timnas U-23 Vietnam yang menjadi runner-up Piala Asia U-23. Kini, ia kembali di tengah atmosfer final yang jauh lebih panas.
Momen Spesial di My Dinh: Antara Trofi dan Dendam 2023
Laga nanti malam punya bumbu tersendiri. Pada edisi Piala AFF 2023, Infantino juga hadir dan secara simbolis memberikan trofi juara kepada Thailand setelah mereka menyingkirkan Vietnam dengan agregat 3-2. Saat itu, skuad asuhan Philippe Troussier harus puas dengan medali perak di kandang sendiri.
Kali ini, posisi berbalik. Vietnam datang dengan modal nyaman dan akan tampil di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri. Jika berhasil mempertahankan keunggulan, maka akan menjadi kali pertama sejak 2018 mereka merebut kembali takhta juara ASEAN—dan kali ini, trofi tersebut berpotensi diserahkan langsung oleh presiden FIFA.
Dampak Politik: Dukungan untuk Kursi FIFA 2027?
Kedatangan Infantino di tengah final bergengsi ini dinilai sebagai langkah cerdas untuk menggalang dukungan dari federasi-federasi di Asia Tenggara. Dengan menyapa langsung para pemimpin VFF dan menyaksikan atmosfer stadion yang dipenuhi suporter, ia berupaya memperkuat ikatan emosional dengan blok suara ASEAN menjelang kongres pemilihan.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak FIFA mengenai agenda politik tersebut, namun kehadiran sang presiden di momen krusial seperti ini kerap kali menjadi preseden untuk mempererat hubungan bilateral antara FIFA dan federasi lokal. Yang jelas, sorotan mata dunia akan tertuju ke Hanoi malam ini, baik untuk aksi di lapangan maupun kehadiran tokoh paling berpengaruh di jagat sepak bola global.