Kementerian ATR/BPN menyediakan dua cara resmi untuk mengecek data sertifikat tanah lewat HP: aplikasi Sentuh Tanahku dan layanan online BHUMI ATR/BPN. Berikut perbedaan keduanya.
Sentuh Tanahku: Perlu Akun Terverifikasi
Aplikasi ini mengharuskan pengguna mendaftar akun dulu dengan mengisi NIK, nama lengkap, nomor HP aktif, dan email, lalu mengaktivasi lewat link email sebelum login. Setelah aktif, pengguna bisa melihat data sertifikat analog secara lebih detail — termasuk NIB, jenis sertifikat, kode blanko, tanggal terbit, lokasi/luas tanah, dan identitas pemilik — bahkan bisa membagikan info tersebut lewat email dengan durasi akses yang diatur sendiri.
BHUMI ATR/BPN: Langsung Cari Tanpa Akun
Sementara BHUMI ATR/BPN bisa diakses langsung lewat browser tanpa perlu bikin akun. Cukup pilih menu cari, masukkan kabupaten/kota dan desa/kelurahan, lalu input NIB atau nomor hak untuk menampilkan data yang tersedia.
Mana yang Lebih Cocok?
Kalau butuh detail lebih lengkap dan ingin membagikan data secara resmi (misalnya ke pembeli), Sentuh Tanahku lebih cocok. Kalau cuma butuh cek cepat status terdaftar atau tidaknya sebidang tanah, BHUMI ATR/BPN lebih praktis.
Data Tidak Ditemukan Bukan Berarti Palsu
Baik lewat aplikasi maupun situs, kalau data tidak muncul, itu bukan tanda sertifikat palsu — bisa jadi tanah belum terpetakan digital. Solusinya, datangi kantor pertanahan setempat.
Kapan Waktu Terbaik Melakukan Pengecekan
Sebaiknya pengecekan dilakukan jauh sebelum tanggal kesepakatan transaksi disepakati, bukan mendadak di hari penandatanganan. Dengan begitu, jika ditemukan kejanggalan atau data yang belum terpetakan, masih ada cukup waktu untuk mengurusnya ke kantor pertanahan tanpa terburu-buru. Kombinasi kebiasaan mengecek sertifikat secara berkala, bukan hanya saat akan bertransaksi, juga membantu pemilik tanah lebih cepat menyadari jika ada kejanggalan data yang perlu segera ditindaklanjuti.
Kombinasi Dua Layanan untuk Hasil Maksimal
Menggunakan BHUMI ATR/BPN untuk pengecekan awal yang cepat, lalu dilanjutkan dengan pendaftaran di Sentuh Tanahku untuk melihat detail lengkap, bisa jadi strategi paling efisien bagi yang ingin memverifikasi tanah secara menyeluruh tanpa membuang banyak waktu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah kedua layanan ini bisa dipakai bersamaan?
Bisa, keduanya saling melengkapi — BHUMI untuk cek cepat, Sentuh Tanahku untuk detail lebih lengkap.
Apakah cek lewat kedua layanan ini menggantikan peran PPAT?
Tidak, cek lewat PPAT tetap diperlukan untuk memastikan tanah bebas sengketa sebelum transaksi.
Apakah hasil pengecekan di BHUMI dan Sentuh Tanahku bisa berbeda?
Idealnya sama karena bersumber dari basis data yang sama, namun perbedaan tampilan detail bisa terjadi karena cakupan fitur kedua layanan memang tidak identik.