Pencarian

Danantara Jadi Motor, Setoran Dividen BUMN ke Negara Diproyeksi Tembus Rp200 Triliun pada 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 12:52:01 WIB
Danantara Jadi Motor, Setoran Dividen BUMN ke Negara Diproyeksi Tembus Rp200 Triliun pada 2026
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target dividen BUMN sebesar Rp200 triliun pada 2026 dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2026).

SUMATERA UTARA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan target ambisius tersebut dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2026). Menurutnya, kinerja BUMN dalam tiga tahun terakhir menunjukkan akselerasi yang signifikan, terutama setelah transformasi besar-besaran di bawah superholding Danantara.

"Dividen BUMN 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp200 triliun, tanpa ada PMN. Artinya, dari 2024 ke 2026, naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun, atau bisa dikatakan empat kali lebih besar," ujar Prabowo di hadapan para anggota MPR.

Lompatan Dividen Bersih Hampir 160 Persen

Untuk memahami lonjakan ini, penting melihat angka bersih yang masuk ke kas negara. Pada 2024, dividen yang disetor BUMN tercatat Rp53 triliun setelah dikurangi PMN yang digelontorkan pemerintah di tahun yang sama. Memasuki 2025, angka ini melesat ke Rp138 triliun—atau tumbuh sekitar 160 persen.

Adapun secara bruto, setoran dividen BUMN pada 2025 mencapai Rp142,3 triliun. Realisasi ini meningkat 67 persen dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa perusahaan pelat merah tidak lagi sekadar mengandalkan suntikan modal dari APBN untuk tumbuh.

Prabowo menegaskan bahwa kontribusi BUMN kepada negara memang lebih tepat dihitung secara neto. "Namun, tentu lebih tepat angka dividen BUMN dilihat secara net dengan penanaman modal negara atau PMN yang diberikan dari APBN ke BUMN pada tahun yang sama," tuturnya.

Hilirisasi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Di balik target dividen yang besar, pemerintah tidak hanya mengejar penerimaan jangka pendek. Keuntungan BUMN kini diarahkan untuk membiayai program hilirisasi di sektor strategis, sebuah langkah yang diyakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang.

Melalui Danantara, pemerintah telah memulai pembangunan 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026, menyusul 13 proyek lainnya pada 29 April 2026. Proyek-proyek ini mencakup pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pemurnian garam industri, hingga pembangunan smelter alumina menjadi aluminium.

Dampaknya mulai terasa di lapangan. Proyek-proyek tersebut dilaporkan telah menyerap puluhan ribu tenaga kerja baru. Lebih dari itu, hilirisasi ini mengubah pola ekspor Indonesia dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau jadi dengan harga jual yang jauh lebih tinggi.

Strategi ini sekaligus menjawab kritik lama tentang "ekspor bahan mentah" yang selama ini membuat Indonesia hanya mendapatkan porsi kecil dari rantai pasok global. Dengan pengolahan di dalam negeri, manfaat ekonomi dari sumber daya alam diharapkan bisa dinikmati langsung oleh masyarakat dan industri nasional.

Dengan kombinasi efisiensi BUMN dan mulai beroperasinya proyek-proyek hilirisasi, target dividen Rp200 triliun pada 2026 bukan sekadar wacana. Jika terealisasi, ini akan menjadi rekor baru setoran BUMN ke kas negara—sekaligus bukti bahwa badan usaha milik negara mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Follow www.kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: waspada.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks