DELI SERDANG — Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa inklusi keuangan harus menyeluruh dan tidak boleh timpang. Ia menyoroti sejumlah persoalan mendasar di lapangan, mulai dari minimnya penggunaan QRIS di kalangan pedagang, belum meratanya program Simpanan Pelajar, hingga digitalisasi sektor pertanian yang masih berjalan lambat, terutama dalam pengaksesan pupuk bersubsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Inklusi itu menyeluruh. Jadi, kita harus bisa menindaklanjuti kendala yang ada di lapangan dan menyelesaikan program yang ada,” tegas Asri di hadapan jajaran perangkat daerah dan perbankan, Kamis (13/8/2026).
Target 1 September: UMKM dan Petani Binaan Masuk Ekosistem Digital
Langkah konkret segera diambil. Mulai 1 September 2026, seluruh UMKM dan petani binaan Pemkab Deli Serdang akan didorong masuk ke dalam sistem perluasan akses keuangan dan digitalisasi. Inovasi ini tidak hanya menyasar sektor usaha, tetapi juga diarahkan kepada peternak dan pembudidaya ikan agar akses permodalan semakin luas.
“Dalam perjalanan semester II ini tentu kita masuk ke dalam tahap akselerasi untuk mencapai target-target yang sudah ditetapkan, termasuk di dalamnya percepatan akses keuangan di masyarakat di seluruh kawasan dan desa,” kata Asri.
Galeri Investasi di MPP: Sosialisasi Diminta Mendahului Peresmian
Perhatian khusus juga diberikan pada rencana pembukaan Galeri Investasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Deli Serdang. Bupati meminta agar sosialisasi gencar dilakukan sebelum galeri tersebut diresmikan. Dengan begitu, masyarakat yang datang ke MPP sudah siap memanfaatkan layanan investasi sejak hari pertama.
“Jadi, sebelum galeri dibuka, lakukanlah sosialisasi dulu kepada seluruh masyarakat. Begitu nanti dibuka, masyarakat sudah siap untuk melakukan investasi, walaupun dari jumlah yang kecil,” imbuhnya.
OJK Sumut Apresiasi Kinerja TPAKD Deli Serdang
Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Paramita Yulia Nasution, mengapresiasi komitmen TPAKD Deli Serdang. Menurutnya, laporan yang disampaikan secara rutin dan tepat waktu menjadi bukti keseriusan daerah dalam menggarap program inklusi keuangan.
Paramita menilai capaian program kerja hingga semester I menunjukkan perkembangan yang baik, meski masih ada ruang untuk mempercepat sejumlah program. Ia juga mengungkapkan bahwa Deli Serdang tengah mengikuti TPAKD Awards mewakili wilayah Sumbagut.
“Saat ini Deli Serdang juga tengah mengikuti TPAKD Awards mewakili Sumbagut, semoga nanti di pertengahan September kita memperoleh hasil yang diharapkan,” ujarnya.
OJK juga mendukung penuh rencana Galeri Investasi di Deli Serdang. Pihaknya menyarankan agar peresmian galeri disinergikan dengan peringatan Bulan Inklusi Keuangan untuk memperkuat dampak edukasi kepada publik.
Evaluasi Semester I dan Rencana Tindak Lanjut
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Deli Serdang, Hendra Wijaya, menjelaskan bahwa rapat pleno ini digelar untuk mengevaluasi capaian program hingga semester I. Hasil evaluasi itu menjadi dasar untuk mengidentifikasi program yang membutuhkan percepatan serta merumuskan tindak lanjut hingga akhir 2026.
Program TPAKD yang berjalan mencakup perluasan akses dan inklusi keuangan, literasi dan pelindungan konsumen, digitalisasi transaksi, akses keuangan pelajar, hingga pemberdayaan UMKM. Sinergi dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga terus diperkuat.
Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumatera Utara M Pintor Nasution, jajaran OJK Sumatera Utara, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, serta sejumlah perangkat daerah terkait.