OJK dan Forkom IJK Sumut Jangkau 900 Peserta di Tiga Kabupaten, Catat 158 Transaksi Senilai Rp513,29 Juta

Penulis: Amrizal Halim  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:31:32 WIB
Kegiatan Forkom IJK Sumut Goes To Kabupaten menjangkau 900 peserta di tiga kabupaten dalam tiga hari berturut-turut.

DELI SERDANG — Kegiatan Forkom IJK Sumut Goes To Kabupaten menyambangi tiga daerah dalam tiga hari berturut-turut. Labuhanbatu Selatan menjadi titik pertama di Aula Santun Berkata Bijak Berkarya dengan 200 pelaku UMKM sebagai peserta.

Keesokan harinya, kegiatan berpindah ke Aula Kantor Bupati Padang Lawas dan menyasar 200 mahasiswa Institut Agama Islam Padang Lawas. Rangkaian ditutup di Aula Institut Kesehatan Medistra, Lubuk Pakam, Deli Serdang, dengan 500 mahasiswa sebagai peserta.

158 Transaksi Tercatat, Nilai Tembus Rp513,29 Juta

Selain sesi edukasi, ketiga kegiatan itu menghadirkan layanan keuangan langsung yang menghasilkan 158 transaksi. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp513,29 juta.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara sekaligus Pengarah Forkom IJK Sumut, Triyoga Laksito, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurut dia, BIK menjadi momentum bersama untuk memperluas akses keuangan ke seluruh lapisan masyarakat.

"BIK menjadi momentum bersama untuk memperluas akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat, mengampanyekan budaya menabung, serta meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan," ujar Triyoga dalam sambutannya, Jumat (16/10).

Inklusi Sumut 92,01 Persen, Literasi 71,57 Persen

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 mencatat tingkat inklusi keuangan Sumatera Utara di angka 92,01 persen. Capaian itu sedikit di bawah tingkat nasional sebesar 93,61 persen.

Dari sisi literasi, Sumatera Utara justru melampaui rata-rata nasional. Tingkat literasi keuangan provinsi ini mencapai 71,57 persen, sementara angka nasional 69,57 persen.

Selisih itu menunjukkan akses layanan keuangan formal sudah cukup luas, tetapi pemahaman warga untuk memanfaatkannya secara optimal masih perlu dikejar. OJK menilai upaya perluasan akses dan edukasi harus berjalan beriringan.

UMKM Labuhanbatu Selatan Dapat Porsi Edukasi Pengelolaan Usaha

Di Labuhanbatu Selatan, materi edukasi diarahkan pada pemanfaatan produk dan layanan keuangan untuk mendukung pengembangan usaha. Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sumut, Yovvi Sukandar, menyebut kapasitas pelaku UMKM perlu terus didorong.

Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Fuadi, menegaskan inklusi keuangan bukan sekadar kepemilikan rekening tabungan. Menurut dia, kesempatan setara untuk memperoleh layanan keuangan yang aman dan terjangkau juga termasuk di dalamnya.

Di Padang Lawas, Yovvi menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda. Mahasiswa didorong mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, membangun budaya menabung, dan memilih produk jasa keuangan yang legal.

Wakil Bupati Padang Lawas, Achmad Fauzan Nasution, membuka kegiatan tersebut dan menyatakan dukungan pemerintah daerah. Ia menilai kolaborasi OJK, industri jasa keuangan, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu diperkuat agar akses keuangan lebih luas dan berkeadilan.

Sementara di Deli Serdang, Bupati Asri Ludin Tambunan menekankan sinergi pemerintah daerah, OJK, dan industri jasa keuangan untuk mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Menurutnya, kemampuan masyarakat mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman dan bertanggung jawab jadi kunci.

Regulator hingga Asuransi Terlibat sebagai Narasumber

Ketiga kegiatan menghadirkan narasumber dari sejumlah regulator dan pelaku industri. Di antaranya Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, Bank Sumut, Bank Mestika, BRI, BSI, BTN, BNI, BCA, PNM, Pegadaian, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia juga ambil bagian. Para narasumber memberi edukasi soal pengelolaan keuangan sekaligus mengenalkan produk dan layanan keuangan formal kepada peserta.

Rangkaian BIK 2026 di Sumatera Utara menyisakan pekerjaan rumah: mengejar jarak antara inklusi yang sudah 92,01 persen dan literasi yang baru 71,57 persen. OJK bersama Forkom IJK Sumut menyatakan perluasan akses dan peningkatan pemahaman masyarakat akan terus dijalankan bersama pemangku kepentingan di daerah.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: ketikberita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top