MEDAN — Ketua Tim Sistem Peringatan Dini BBMKG Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, menyebut dinamika atmosfer memasuki dasarian II Oktober 2026 memperkuat pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumut. Wilayah terdampak tersebar dari pesisir timur hingga kepulauan Nias.
Kabupaten yang masuk daftar peringatan meliputi Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Batu Bara, Karo, Dairi, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Toba, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan.
Potensi serupa juga mencakup Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, dan Nias Selatan. Sementara wilayah perkotaan yang berpotensi terdampak adalah Binjai, Medan, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Sibolga, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli.
Martha menjelaskan, aktivitas gelombang atmosfer, belokan angin (shearline), dan daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) menjadi faktor utama. Labilitas udara yang kuat turut memperbesar peluang terbentuknya awan hujan.
"Sehingga, berpotensi hujan dengan intensitas sedang–sangat lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat (lokal) pada siang hingga malam hari di wilayah Sumut sepekan ke depan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Mistar, Selasa (13/10/2026).
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga malam hari. Warga diharapkan melakukan langkah antisipasi agar aktivitas sehari-hari tetap aman dan lancar.
Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait juga diminta memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi potensi cuaca tersebut. Koordinasi dinilai penting mengingat cakupan wilayah peringatan mencakup hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumut.