Film NAZA Tayang di Bioskop Indonesia 16 Oktober Usai Menang di Venesia

Penulis: Amrizal Halim  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:03:01 WIB
Film dokumenter NAZA karya Yuval Abraham dan Rachel Szor dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Oktober 2026.

SUMATERA UTARA — Film dokumenter investigasi NAZA karya Yuval Abraham dan Rachel Szor dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Oktober 2026. Penayangan ini hasil kolaborasi Cinépolis Cinemas Indonesia dan KlikFilm lewat program Cinépolis Sala de Arte x KlikFilm Showcase, sekaligus rangkaian acara Malang World Cinema 2026. Sebelum masuk Indonesia, NAZA lebih dulu meraih Special Jury Prize di Festival Film Venesia 2026.

Penonton Indonesia akhirnya bisa menyaksikan NAZA di layar lebar setelah film ini menempuh perjalanan panjang di sejumlah festival internasional. Karya dokumenter berdurasi sekitar 80 menit itu tayang di enam jaringan Cinépolis yang tersebar di berbagai kota.

Nama Yuval Abraham dan Rachel Szor bukan pendatang baru di ranah dokumenter. Keduanya sebelumnya meraih piala Oscar lewat film No Other Land, dan kini kembali dengan proyek yang menyorot sisi lain dari konflik di Jalur Gaza.

Sinopsis: Suara 24 Personel Intelijen Israel

Judul NAZA diambil dari istilah militer Ibrani "Nezek Agavi", yang berarti collateral damage atau kerusakan dan korban tambahan. Film ini menyoroti operasi militer serta sistem penargetan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pengawasan otomatis yang dipakai militer Israel selama agresi di Jalur Gaza.

Dengan latar visual malam hari dari atap-atap gedung di Tel Aviv, NAZA menghadirkan rekaman kesaksian dari 24 personel intelijen dan tentara militer Israel yang identitasnya disamarkan. Lewat pengakuan para "orang dalam" itu, film mengupas bagaimana keputusan serangan diambil, cara algoritma menargetkan hunian, serta bagaimana kalkulasi jumlah korban jiwa di kalangan warga sipil Palestina diperhitungkan secara sadar di dalam sistem.

Abraham dan Szor membawa sudut pandang sebagai warga Israel. Keduanya mengajak penonton merefleksikan pertanyaan moral soal bagaimana sebuah sistem militer dan masyarakat menormalisasi dehumanisasi terhadap pihak lain, serta bagaimana jarak tanggung jawab individu memicu tragedi kemanusiaan yang masif.

Jalur Festival Sebelum Masuk Indonesia

NAZA lebih dulu mencuri perhatian perfilman internasional usai diganjar Special Jury Prize di Festival Film Venesia 2026. Penghargaan itu memperkuat posisi Abraham dan Szor sebagai salah satu duet sutradara dokumenter yang paling diperhitungkan saat ini.

Bagi KlikFilm dan Cinépolis, masuknya NAZA ke program Sala de Arte menjadi penanda bahwa penonton Indonesia punya akses makin luas ke film-film festival. Program ini memang dirancang untuk menghadirkan karya kurasi yang biasanya hanya beredar di lingkaran festival.

Jadwal dan Lokasi Penayangan

Di Indonesia, NAZA dapat disaksikan melalui program Sala de Arte di enam jaringan Cinépolis yang tersebar di berbagai kota. Penayangan perdana dijadwalkan 16 Oktober 2026, bersamaan dengan rangkaian acara Malang World Cinema 2026.

Belum ada informasi soal harga tiket maupun daftar kota lengkap dari pihak penyelenggara. Pengumuman resmi soal jadwal per kota diperkirakan menyusul menjelang tanggal tayang.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: grid.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top