Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara menggelar pelatihan mengolah makanan dan camilan sehat bagi 32 pengurusnya di Medan. Pelatihan yang dipandu chef profesional Pujo Sakti ini menekankan praktik langsung membuat sushi dan bolu marmer, bukan sekadar teori gizi. Ketua DWP Sumut Boya Yanti Gultom menyebut keterampilan itu diharapkan diterapkan di rumah untuk menghadirkan hidangan menarik sekaligus bergizi bagi keluarga.
MEDAN — Sebanyak 32 pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara mengikuti pelatihan olah makanan dan camilan sehat di Medan, Selasa. Kegiatan itu menyasar peningkatan pengetahuan dan keterampilan para pengurus dalam mengolah hidangan modern tanpa mengorbankan nilai gizi.
Ketua DWP Provinsi Sumut Boya Yanti Gultom menuturkan, pelatihan ini menjadi salah satu cara organisasi mendorong terciptanya keluarga yang sehat dan berkualitas. Menurut dia, kemampuan mengolah makanan perlu terus diasah agar ibu-ibu pengurus bisa menyajikan hidangan yang tidak membosankan di rumah.
Materi pelatihan tidak berhenti pada ceramah gizi. Peserta diajak mempraktikkan langsung dua menu yang jarang dibuat di dapur rumah: sushi dan bolu marmer. Kegiatan dipandu Chef Pujo Sakti, chef profesional alumnus Tata Boga Universitas Negeri Medan yang juga menempuh pendidikan tata boga di Jerman.
"Kita dipandu langsung demo pembuatan kue atau memasak, sehingga peserta tak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi mempraktikkan langsung proses pengolahan makanan," jelas Boya.
Metode demonstrasi dipilih agar peserta bisa melihat proses pengolahan dari awal hingga penyajian. Dengan begitu, mereka tidak hanya tahu komposisi gizi sebuah menu, tetapi juga memahami teknik memasaknya.
Boya menekankan, makanan sehat kerap diabaikan anak-anak karena tampilannya dianggap membosankan. Karena itu, kreativitas dalam mengolah dan menyajikan makanan dinilai sama pentingnya dengan pemilihan bahan.
"Harapan kami, ilmu yang diperoleh diterapkan di rumah. Dengan kreativitas mengolah makanan, kita bisa menghadirkan camilan yang sehat, bergizi, dan disukai anak-anak maupun keluarga," tuturnya.
Dua menu yang dipraktikkan, sushi dan bolu marmer, dipilih karena bisa dimodifikasi dengan bahan lokal. Sushi misalnya dapat diisi sayuran dan protein sesuai selera keluarga, sementara bolu marmer bisa dibuat dengan pengurangan gula tanpa menghilangkan rasa.
DWP Provinsi Sumut berencana melanjutkan program serupa untuk meningkatkan kapasitas anggotanya. Boya menyebut pelatihan semacam ini menjadi bagian dari upaya organisasi membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
"Pelatihan seperti ini akan terus didorong untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan para anggotanya, sekaligus terciptanya keluarga yang sehat dan berkualitas," paparnya.
Bagi para pengurus, keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan. Ilmu tersebut bisa dibagikan ke lingkungan sekitar, mulai dari keluarga inti hingga komunitas di kelurahan masing-masing.