IHSG Naik 2 Hari Beruntun ke 6.192, Asing Malah Net Sell Rp 83,29 Triliun

Penulis: Said Fauzi  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:03:31 WIB
IHSG ditutup menguat 1,21% ke level 6.192 pada perdagangan Selasa (6/10).

SUMATERA UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 1,21% atau 74,07 poin ke level 6.192 pada perdagangan Selasa (6/10), melanjutkan lonjakan 1,36% sehari sebelumnya. Namun di saat yang sama, investor asing justru membukukan jual bersih Rp 629,87 miliar pada hari tersebut, sehingga akumulasi net sell sejak awal tahun menembus Rp 83,29 triliun.

Penguatan dua hari beruntun itu menambah 156,04 poin ke posisi IHSG, dari 6.036 pada akhir pekan lalu menjadi 6.192. Tapi Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menilai kenaikan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan indeks keluar dari tren bearish.

"Lebih tepat dilihat sebagai technical rebound dan perlu dikonfirmasi dengan volume serta foreign flow yang konsisten," kata Elandry kepada Katadata.co.id, Rabu (7/10).

Net Sell Asing Tembus Rp 83,29 Triliun Sepanjang Tahun

Tekanan jual asing sebenarnya sempat mereda pada Senin (5/10) dengan net sell Rp 115,71 miliar. Angka itu melonjak hampir enam kali lipat sehari kemudian menjadi Rp 629,87 miliar. Akumulasi sejak Januari hingga 6 Oktober mencapai Rp 83,29 triliun.

Artinya, penguatan IHSG dua hari terakhir lebih banyak ditopang aksi beli investor domestik ketimbang masuknya dana asing. Kondisi ini yang membuat Elandry menyebut risk appetite investor mulai membaik, tapi belum sampai pada fase bullish.

Risiko Utama: Hasil Peninjauan Indeks MSCI November 2026

Pelaku pasar masih bersikap wait and see menunggu hasil peninjauan indeks MSCI pada November 2026. Hasil peninjauan tersebut dinilai menjadi salah satu penentu arah aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.

Elandry memperkirakan IHSG berpeluang menyentuh level 6.700-6.900 pada akhir tahun jika sentimen global dan aliran modal mendukung. Isu MSCI tetap menjadi risiko utama yang perlu dicermati, sementara Santa Rally disebut hanya katalis tambahan, bukan alasan utama mengejar pasar.

Dua Skenario IHSG hingga Akhir 2026 Versi KISI

Tim Analis KISI juga menilai penguatan dua hari terakhir belum menunjukkan peralihan ke fase bullish. Kenaikan tersebut masih berupa rebound dari tren minor downtrend.

  • Skenario bullish: IHSG diproyeksikan mencapai 6.800 apabila status freeze dicabut dan Indonesia tetap dipertahankan dalam indeks emerging market.
  • Skenario alternatif: IHSG diproyeksikan berada di level 6.600 apabila status freeze belum dicabut, dengan mempertimbangkan kebijakan suku bunga The Fed, imbal hasil US Treasury, serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Sektor yang Dicermati hingga Akhir Tahun

Elandry menyoroti sektor energi, basic materials, financials terutama bank besar, serta consumer sebagai area yang dapat dicermati hingga akhir tahun. Tim Analis KISI secara khusus merekomendasikan sektor energi dan komoditas batu bara.

Bagi investor, sinyal yang perlu ditunggu bukan sekadar angka indeks, melainkan konsistensi volume transaksi dan arus dana asing. Tanpa keduanya, penguatan IHSG berisiko berbalik arah seperti pola rebound sebelumnya.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top