SUMATERA UTARA — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) untuk periode Januari–Juli 2026 menempatkan Daihatsu Gran Max sebagai pemimpin pasar dengan total 48.335 unit. Mobil niaga ini unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Toyota Kijang Innova dan Zenix yang mencatat 38.380 unit secara akumulatif.
Fenomena menarik terjadi pada distribusi bulan Juli. BYD Atto 1 mencatat 4.233 unit, mengungguli Innova yang hanya 4.176 unit. Ini pertama kalinya SUV listrik asal China itu menembus posisi kedua penjualan bulanan, menandai pergeseran preferensi konsumen di segmen kendaraan keluarga.
Kendaraan niaga masih mendominasi pasar. Gran Max dalam tiga varian—Pick Up, Minibus, dan Blind Van—menjadi pilihan utama pengusaha. Suzuki New Carry menyusul dengan 25.094 unit sepanjang tahun berjalan, menempati posisi ketiga klasemen nasional.
Kedua model ini bertahan di papan atas karena fungsionalitasnya yang sulit digantikan. Konsumen Indonesia masih melihat mobil niaga sebagai alat produksi, bukan sekadar kendaraan operasional.
Jaecoo J5 BEV mencatat 20.145 unit secara akumulatif, menempati posisi kelima. Capaian ini diraih hanya dalam tujuh bulan sejak peluncurannya, menjadikannya kendaraan listrik terlaris kedua setelah BYD Atto 1 yang mengumpulkan 14.349 unit.
Lonjakan distribusi Jaecoo J5 BEV pada Juli mencapai 3.155 unit, hampir menyamai Toyota Rush yang mencatat 2.548 unit. Tren ini menunjukkan segmen EV perkotaan tumbuh cepat, didukung kebijakan insentif dan perluasan jaringan pengisian daya.
Distribusi wholesales bulan Juli menunjukkan komposisi pasar yang berimbang antara kendaraan niaga, mobil keluarga, dan kendaraan listrik:
Meski kalah di bulan Juli, Toyota tetap memimpin klasemen Januari–Juli dengan Innova dan Zenix di 38.380 unit. Avanza menyusul dengan 23.023 unit, sementara Calya dan Rush masing-masing mencatat 19.539 unit dan 18.572 unit.
Honda Brio bertahan di posisi kesembilan dengan 14.856 unit. Posisi ini turun dibanding periode sebelumnya, menandakan tekanan kompetitif dari model listrik yang kini masuk radar konsumen perkotaan.
Pasar otomotif Indonesia kini terbelah dua: kebutuhan usaha yang mengandalkan mobil niaga, dan tren elektrifikasi yang didorong model China. Selama insentif dan infrastruktur pengisian daya terus berkembang, pergeseran ini diprediksi semakin kuat pada semester kedua 2026.