MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendatangi Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut) di Jalan Yos Sudarso, Kota Medan, pada Senin (7/6/2026). Kedatangannya untuk menyampaikan keluhan masyarakat dan menegur keras pihak PLN terkait pemadaman listrik bergilir yang dinilai sangat merugikan.
Dalam pertemuan dengan jajaran direksi PLN, Bobby Nasution menyoroti dampak pemadaman yang paling terasa oleh pelaku usaha kecil. Mereka, kata Bobby, sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan usahanya setiap hari.
"Masyarakat sudah mengeluh Pak, mereka merugi akibat pemadaman bergilir ini, terutama pengusaha kecil yang mengandalkan penggunaan listrik," ucap Bobby di hadapan GM PLN UID Sumut Mundakhir Salman, GM PLN UIP3B Sumatera Amiruddin, dan Manager UP2B Sumbagut August Achilles.
Bobby menilai persoalan utama bukan hanya pada pemadaman itu sendiri, melainkan pada komunikasi yang buruk dari PLN kepada pelanggan. Menurutnya, masyarakat tidak pernah mendapatkan pemberitahuan yang jelas mengenai jadwal maupun wilayah yang terdampak.
"Masalahnya kita nggak tahu bagaimana pemadaman listrik berlangsung, masyarakat tidak diberitahu dengan jelas, sehingga tidak ada persiapan, dan itu berulang setiap hari," tegasnya.
Gubernur menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya bisa memahami kondisi darurat akibat kerusakan belasan tower transmisi listrik karena cuaca ekstrem. Namun, ia mendesak agar PLN bersikap lebih transparan dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah.
"Kalau ada kendala seperti ini, sampaikan ke kami (pemerintah), mana yang bisa kami bantu. Atau pihak PLN bisa sampaikan ke kepala daerah (bupati/walikota), biar mereka juga tahu dan membantu sosialisasinya ke masyarakat. Jadi jangan seperti ini, terus beralasan," ujar Bobby.
Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution secara khusus mendesak PT PLN agar bertanggung jawab atas dampak pemadaman. Ia meminta adanya kompensasi bagi masyarakat yang mengalami kerugian, terutama para pedagang dan pelaku UMKM yang aktivitas ekonominya terganggu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN UID Sumut belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan kompensasi yang disampaikan Gubernur. Rapat tertutup antara Bobby Nasution dan jajaran direksi PLN dilaporkan masih berlangsung untuk membahas langkah penanganan ke depan.