SUMATERA UTARA — Merino didatangkan Arsenal dari Real Sociedad dengan mahar £31 juta pada musim panas 2024 setelah membawa Spanyol juara Euro 2024. The Gunners saat itu mengincarnya sebagai gelandang serba bisa yang diharapkan menjadi pelengkap skuat juara. Namun, nasib berkata lain.
Kepada FourFourTwo, Merino menceritakan awal mula transformasinya menjadi striker pada Februari 2025. Saat Arsenal menjalani jeda musim dingin di Dubai, dua pemain depan mengalami cedera. Sekembalinya ke London, opsi di lini depan menipis.
“Saya membaca di media sosial bahwa saya akan dimainkan sebagai striker di laga berikutnya melawan Leicester. Saya benar-benar tertawa. ‘Bagaimana orang bisa mengatakan omong kosong seperti ini?’ Saya tidak pernah bermain di posisi itu dan benar-benar tidak menyangka,” ujar pemain berusia 28 tahun itu.
Kenyataan ternyata berbeda. Seorang pelatih Arsenal mendekati Merino sebelum pertandingan dan memberi arahan khusus. “Kami punya opsi memainkanmu di depan. Kamu bukan striker, kamu gelandang yang bermain paling depan. Jangan berpikir terlalu banyak sebagai striker sungguhan,” kenang Merino menirukan instruksi pelatih.
Hasilnya? Masuk pada 20 menit terakhir saat Arsenal tertinggal, Merino mencetak dua gol. “Selebihnya tinggal sejarah,” katanya singkat.
Merino mengaku karakteristiknya justru cocok sebagai striker. “Saya bukan pemain tercepat untuk mengancam bek dengan lari ke belakang, tapi saya cukup pintar tahu posisi di kotak penalti. Membaca petunjuk kecil, menilai cepat, lalu bergerak,” jelasnya.
Pada November-Desember 2025, ia menyumbang dua gol dan tiga asis dari lima laga Premier League sebagai striker. Setelah Viktor Gyokeres pulih, Merino kembali ke lini tengah. Cedera kaki yang memerlukan operasi di akhir Januari 2026 sempat mengancam keikutsertaannya di Piala Dunia 2026.
“Saya khawatir bakal melewatkan Piala Dunia. Untungnya, saya sudah jauh lebih baik,” ucap eks pemain Borussia Dortmund itu. Ia kembali bermain sebagai pemain pengganti di laga pamungkas Arsenal melawan Crystal Palace.
Pengalaman sebagai striker Arsenal ternyata berdampak besar bagi karier internasional Merino. Pada kualifikasi Piala Dunia 2026, ia mencetak enam gol dalam enam pertandingan, termasuk hattrick saat Spanyol menang 6-0 atas Turki.
“Setiap bola yang saya sentuh menciptakan sesuatu. Bahkan umpan pendek di tengah lapangan berujung serangan balik. Momen sebagai striker Arsenal membantu saya soal seni menempatkan bola ke gawang,” pungkasnya.