Samsung Galaxy S26 Ultra memantapkan posisinya sebagai pemimpin pasar ponsel Android premium melalui kombinasi spesifikasi perangkat keras kelas atas dan ekosistem perangkat lunak yang matang. Generasi terbaru ini tidak hanya menawarkan pembaruan rutin pada sisi kecepatan, tetapi juga memberikan solusi praktis bagi pengguna yang membutuhkan perangkat multifungsi untuk bekerja maupun berkreasi secara mobile.
Dalam pengujian sintetis menggunakan Geekbench 7, Samsung Galaxy S26 Ultra mencatatkan skor single-core 3.200 dan multi-core mencapai 10.000 poin. Angka ini menunjukkan peningkatan performa sekitar 20 persen dibandingkan Galaxy S25 Ultra, yang sangat terasa saat melakukan penyuntingan video resolusi 8K atau menjalankan gim dengan grafis rata kanan.
Sektor kamera tetap menjadi daya tarik utama dengan sensor utama 200 MP yang kini dibekali pemrosesan gambar berbasis AI untuk mengurangi noise pada kondisi minim cahaya. Lensa telephoto 50 MP dengan zoom optik 5x mampu menghasilkan detail yang tajam, sementara fitur AI Zoom mampu menjaga integritas foto hingga pembesaran 30x tanpa kehilangan tekstur secara signifikan.
Daya tahan baterai 5.000 mAh pada perangkat ini tercatat mampu bertahan hingga 14 jam untuk penggunaan aktif (screen-on-time). Manajemen daya yang agresif dari One UI 8.0 memastikan konsumsi baterai saat mode standby tetap minimal, sehingga pengguna tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah hari kerja yang padat.
Samsung Galaxy S26 Ultra adalah pilihan paling logis bagi pengguna yang menginginkan ponsel dengan dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang hingga 7 tahun. Meskipun pengisian dayanya bukan yang tercepat di kelasnya, stabilitas performa dan keunggulan fitur S-Pen menjadikannya perangkat produktivitas yang sulit ditandingi oleh kompetitor mana pun di pasar Indonesia saat ini.
Ponsel ini sudah bisa dipesan melalui kanal resmi Samsung Indonesia dengan harga mulai dari USD 1.299 atau sekitar Rp 21,5 juta untuk varian RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB.