SIDIKALANG — PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) menggandeng Pemerintah Kabupaten Dairi untuk mensosialisasikan persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Beristera, Sidikalang, pada Selasa (5/5) ini menjadi bagian dari upaya transparansi operasional perusahaan kepada publik.
Agenda sosialisasi dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga 6 Mei 2026 yang terbagi dalam tiga sesi. Selain di Sidikalang, pertemuan juga menyasar warga di Parongil, Kecamatan Silima Pungga Pungga, guna memastikan informasi mengenai Adendum Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan (SKKL) tersampaikan secara merata kepada masyarakat setempat.
Salah satu poin krusial dalam dokumen AMDAL nomor 1437 yang terbit Maret 2026 adalah perubahan teknis pengelolaan limbah. PT DPM memutuskan menerapkan metode backfilling atau pengisian kembali rongga tambang sebagai pendekatan utama dalam mengelola tailing.
Langkah ini secara resmi menggantikan rencana penggunaan Fasilitas Penyimpanan Tailing (TSF). Pendekatan tersebut dipilih karena dinilai lebih efektif dalam menekan risiko lingkungan jangka panjang serta mendukung optimalisasi pemulihan lahan setelah aktivitas tambang berakhir, sesuai standar industri global.
“Persetujuan ini merupakan langkah strategis bagi PT DPM dalam menjalankan kegiatan operasional yang mengedepankan prinsip keberlanjutan serta perlindungan lingkungan hidup,” ujar Chief Legal and External Relations Officer PT DPM, Radianto Arifin.
Radianto menegaskan bahwa seluruh desain operasional dalam AMDAL terbaru telah mengacu pada prinsip Good Mining Practices. Fokus utamanya mencakup pengendalian dampak lingkungan, manajemen limbah yang bertanggung jawab, serta integrasi rencana reklamasi sejak tahap awal kegiatan.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda Dairi, perwakilan dinas terkait, kepala desa, camat, hingga tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap komitmen lingkungan yang telah dijanjikan perusahaan.
Pihak manajemen berharap operasional tambang dapat segera berjalan secara penuh. Kehadiran investasi ini diproyeksikan mampu memicu pertumbuhan ekonomi daerah di Kabupaten Dairi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional di masa mendatang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap kegiatan operasional dapat segera berjalan sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Radianto.