Pemkot Pematangsiantar Terapkan Deep Learning Perkuat Mutu Pendidikan Hardiknas

Penulis: Kamarudin Siregar  •  Senin, 04 Mei 2026 | 13:36:30 WIB
Sekretaris Daerah Pematangsiantar memimpin upacara Hardiknas 2026 di SMP Negeri 1 dengan nuansa adat Simalungun.

PEMATANGSIANTAR — Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan fokus pada transformasi kualitas sumber daya manusia. Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang bertindak sebagai pembina upacara mewakili Wali Kota Wesly Silalahi di UPTD SMP Negeri 1 Pematangsiantar, Sabtu (2/5/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Merdeka, Kelurahan Pardomuan ini menonjolkan nuansa kearifan lokal yang kental. Seluruh petugas upacara dan tenaga pendidik mengenakan pakaian adat Simalungun lengkap dengan atribut gotong serta bulang sebagai simbol pelestarian budaya di lingkungan sekolah.

Implementasi Deep Learning dalam Visi Asta Cita

Sekda Junaedi membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menyoroti arah baru kebijakan pendidikan nasional. Pemerintah pusat kini mengusung program prioritas Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai strategi utama meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Langkah ini merupakan bagian dari visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sektor pendidikan diarahkan untuk mencetak generasi yang tangguh, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

Pendidikan memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Fokusnya adalah melahirkan individu yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kecerdasan intelektual yang mumpuni.

Refleksi Nilai Asah Asih Asuh Ki Hajar Dewantara

Momentum Hardiknas 2026 menjadi ajang refleksi untuk menguatkan kembali fondasi pendidikan berkarakter. Junaedi menekankan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia yang dilakukan dengan ketulusan dan kasih sayang.

Nilai-nilai warisan Ki Hajar Dewantara, yakni asah, asih, dan asuh, harus tetap menjadi pilar utama dalam sistem pengajaran. Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan seluruh potensi peserta didik sebagai makhluk Tuhan yang mulia dan memiliki tanggung jawab sosial.

"Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia yang dilakukan dengan penuh ketulusan, kasih sayang, serta bertujuan menumbuhkembangkan potensi peserta didik," ujar Junaedi saat membacakan amanat menteri.

Komitmen Pematangsiantar Tingkatkan Mutu Lulusan

Pemerintah Kota Pematangsiantar berkomitmen menyelaraskan kebijakan daerah dengan program prioritas kementerian. Penguatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan indeks pembangunan manusia di wilayah ini.

Sinergi antara pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, guru, hingga orang tua, menjadi kunci keberhasilan transformasi pendidikan. Melalui program Deep Learning, siswa diharapkan tidak sekadar menghafal materi, tetapi memahami substansi ilmu secara mendalam.

Upacara peringatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus melakukan inovasi dalam metode pembelajaran. Pemkot Pematangsiantar optimistis bahwa penguatan pendidikan yang berakar pada budaya lokal dan standar nasional akan mempercepat lahirnya SDM unggul dari Sumatera Utara.

Reporter: Kamarudin Siregar
Back to top