Sumut Bangkit dari Banjir, Fitriani Dorong Perkuat Pendidikan

Penulis: Kamarudin Siregar  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:50:06 WIB
Dr. Hj. Fitriani Manurung mendorong penguatan pendidikan pascabanjir di Sumatera Utara.

Medan — Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 kali ini dibingkai konteks pemulihan pascadesaster. Momentum tersebut dimanfaatkan Dr. Hj. Fitriani Manurung, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kota Medan sekaligus Wakil Rektor III Universitas Audi Indonesia, untuk menegaskan urgensi penguatan pendidikan di tengah tantangan bencana alam.

Banjir bandang yang menghampiri Sumatera Utara pada Desember 2025 meninggalkan jejak luka mendalam. Ratusan rumah warga terendam, fasilitas umum rusak, dan puluhan sekolah ikut terdampak. Anak-anak kehilangan ruang belajar, aset pembelajaran, bahkan rasa aman dalam waktu singkat.

Sekolah Mulai Bangkit, Pembelajaran Berangsur Pulih

Sejak Mei 2026, kondisi pendidikan di Sumatera Utara menunjukkan tren pemulihan positif. Aktivitas belajar mengajar sudah kembali berjalan di sekolah-sekolah yang pulih, dan anak-anak secara bertahap kembali duduk di bangku kelas.

"Ini bukti bahwa harapan tidak pernah benar-benar hilang selama ada kepedulian dan kerja bersama," ujar Fitriani pada Sabtu (2/5/2026).

Pemulihan Lebih dari Sekadar Perbaikan Bangunan

Namun Fitriani menekankan bahwa upaya pemulihan pendidikan tidak bisa berhenti pada perbaikan fisik bangunan sekolah saja. Dimensi psikis anak-anak yang terguncang oleh bencana membutuhkan perhatian sistematis dan berkelanjutan.

"Trauma, ketertinggalan pelajaran, hingga ketidakpastian yang sempat mereka rasakan harus ditangani dengan serius dan berkelanjutan," tegasnya.

Berdasarkan pernyataan itu, dia mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memperkuat langkah-langkah strategis di sektor pendidikan. Fokus utama meliputi memastikan seluruh anak kembali bersekolah tanpa hambatan, memberikan dukungan psikososial bagi siswa terdampak, memperkuat sarana pendidikan agar tahan terhadap bencana, dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam proses pembelajaran.

Pendidikan sebagai Prioritas Utama, Bukan Kompromi

Fitriani menilai anak-anak Sumatera Utara yang berhasil melewati masa sulit adalah simbol ketangguhan generasi masa depan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat — dari pemerintah, guru, orang tua, hingga komunitas — memiliki tanggung jawab untuk mendampingi perjalanan pembelajaran mereka.

"Hardiknas 2026 harus menjadi momentum menegaskan bahwa pendidikan adalah prioritas utama, bahkan terutama di tengah dan setelah bencana," ujarnya.

Pesan Fitriani pada perayaan Hari Pendidikan Nasional tahun ini jelas: komitmen terhadap pendidikan tidak boleh goyah oleh situasi apapun. Bencana fisik telah berlalu, tapi tantangan pemulihan yang sesungguhnya—membangun ulang kepercayaan diri, semangat belajar, dan keamanan psikis anak—baru dimulai.

Reporter: Kamarudin Siregar
Back to top