Sebanyak 48 pelajar SMP dilaporkan terluka setelah bus pariwisata yang mereka tumpangi terjun ke jurang sedalam 15 meter di Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Insiden kecelakaan tunggal ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Jangga Dolok, saat rombongan dalam perjalanan menuju panti asuhan pada Jumat (1/5).
TOBA — Bus pariwisata yang mengangkut puluhan pelajar mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Kendaraan tersebut hilang kendali hingga terperosok ke dalam jurang sedalam 15 meter pada Jumat (1/5) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Peristiwa ini mengakibatkan puluhan penumpang yang mayoritas merupakan siswa sekolah menengah pertama (SMP) mengalami luka-luka. Pihak kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan mengamankan arus lalu lintas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Kasat Lantas Polres Toba, Iptu Janitra Giri Satya, menjelaskan bahwa bus tersebut membawa total 58 penumpang. Sebelum kecelakaan terjadi, bus yang dikemudikan oleh Lastua Gultom itu melaju dari arah Parapat menuju Laguboti.
Kondisi jalan di lokasi kejadian memang dikenal memiliki karakteristik yang menantang. Namun, saat melintasi Desa Jangga Dolok, pengemudi diduga kehilangan kendali atas kendaraannya.
"Bus pariwisata yang dikemudikan oleh Lastua Gultom membawa 58 penumpang yang saat itu datang dari arah Parapat menuju Laguboti. Setibanya di lokasi, sopir kehilangan kendali dan masuk ke dalam jurang sedalam kurang lebih 15 meter," kata Janitra dalam keterangannya.
Posisi bus berakhir di dasar jurang dengan kondisi mengalami kerusakan. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena melibatkan puluhan anak sekolah yang berada di dalam kabin bus saat insiden terjadi.
Data terbaru dari kepolisian menyebutkan bahwa 48 pelajar, bersama sopir dan kernet bus, mengalami luka-luka akibat benturan saat bus terjun ke jurang. Beruntung, mayoritas korban dilaporkan hanya mengalami luka ringan.
Sementara itu, delapan pelajar lainnya dinyatakan selamat tanpa mengalami luka fisik. Seluruh korban yang terluka langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pihak kepolisian membagi penanganan medis ke dua lokasi berbeda guna mempercepat pertolongan. Para korban kini dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Porsea dan Rumah Sakit Umum (RSU) Parapat.
Polisi juga memastikan telah mengambil langkah hukum awal terhadap kru bus. "Saat ini sopir dan kernet bus pariwisata telah diamankan," ujar Janitra.
Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin, menambahkan informasi mengenai tujuan perjalanan rombongan pelajar tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para siswa ini sedang dalam perjalanan untuk melakukan aksi sosial.
Niat mulia untuk berkunjung ke panti asuhan tersebut harus terhenti akibat kecelakaan ini. Rombongan diketahui berencana menuju wilayah Toba untuk menemui anak-anak di panti asuhan setempat.
"Anak-anak sekolah itu hendak mengunjungi panti asuhan HKBP di daerah Toba," pungkas Khairuddin.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti hilangnya kendali bus. Petugas telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna melengkapi laporan kecelakaan di jalur lintas utama Sumatera Utara tersebut.