SUMATERA UTARA — Radja Nainggolan mengaku menyesal tidak pernah membela Timnas Indonesia sepanjang kariernya. Gelandang berusia 38 tahun itu kini menyadari peluang tersebut sudah tertutup karena regulasi FIFA setelah sembilan tahun memperkuat Belgia.
Nainggolan lahir di Antwerp, Belgia, pada 4 Mei 1988. Darah Indonesia mengalir dari sang ayah, namun ia memilih membela negara kelahirannya di level internasional.
Penyesalan itu terungkap dalam wawancara dengan media Belgia, Nieuwsblad. Ia mengaku pandangannya soal Timnas Indonesia berubah seiring bertambahnya usia.
Dari Akademi Belgia hingga Serie A Italia
Karier Nainggolan dimulai dari akademi Tubantia Borgerhout pada 1995. Ia lalu melanjutkan ke Germinal Beerchot (1999-2005) dan FC Piacenza (2005-2007).
Dari Piacenza, ia menembus tim utama dan merantau ke Italia. Cagliari menjadi klub yang membesarkan namanya di Serie A pada medio 2010 hingga 2014.
Penampilan determinatif dan keberaniannya berduel membuat ia dijuluki "Ninja". Julukan itu melekat seiring performa konsistennya di lini tengah.
AS Roma dan Inter Milan Jadi Puncak Karier
Pada 2014, AS Roma memboyong Nainggolan. Empat tahun berseragam Serigala Roma, ia hijrah ke Inter Milan dengan nilai pasar menyentuh 45 juta euro, tertinggi dalam kariernya.
Bersama Inter, ia lebih sering dipinjamkan ke Cagliari sebelum akhirnya ditransfer permanen ke Royal Antwerp pada 2021. Dua musim kemudian, ia kembali ke Italia bersama Spal meski hanya enam bulan.
Mencicipi Liga Indonesia Bersama Bhayangkara FC
Karier Nainggolan melebar ke Indonesia. Ia memperkuat Bhayangkara FC selama delapan bulan, dari November 2023 hingga Juli 2024.
Setelah tujuh bulan tanpa klub, ia direkrut klub Belgia Lokeren-Temse pada Januari 2025. Sejak Januari 2026, ia bermain untuk Patro Eisden.
Penyesalan Soal Timnas Indonesia
Nainggolan membela timnas Belgia selama sembilan tahun, dari 2009 hingga 2018. Ia mengakui keputusannya dulu berbeda dengan pandangannya sekarang.
"Saat itu, saya tidak memikirkan hal itu, tetapi sekarang saya berusia 38 tahun, saya melihat hal-hal secara berbeda," kata Radja soal Timnas Indonesia.
"Terutama ketika saya melihat karier internasional saya di sini dan bagaimana berakhirnya di bawah Martinez. Saya bisa saja memiliki karier selama 15 tahun sebagai pemain internasional Indonesia."
Secara regulasi, Nainggolan sudah kehilangan hak pindah haluan tim nasional. Ia telah memperkuat Belgia di level senior, sehingga tidak bisa lagi membela Garuda.
Rekam Jejak di Klub
- Tubantia Borgerhout (akademi, 1995-1999)
- Germinal Beerchot (akademi, 1999-2005)
- FC Piacenza (2005-2010)
- Cagliari (2010-2014, 2019-2021)
- AS Roma (2014-2018)
- Inter Milan (2018-2021)
- Royal Antwerp (2021-2023)
- Spal (2023)
- Bhayangkara FC (2023-2024)
- Lokeren-Temse (2025-2026)
- Patro Eisden (2026-sekarang)