PSMS Medan menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah PSPS Pekanbaru pada lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Riau, Minggu. Tim Ayam Kinantan harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-31 setelah Rizdjar Nurviat diganjar kartu merah. Hasil ini membuat PSMS turun ke posisi kedua Grup A dengan 10 poin, sementara PSPS mengambil alih puncak klasemen dengan 11 poin.
MEDAN — Kekalahan PSMS Medan dari PSPS Pekanbaru tidak lepas dari situasi bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-31. Kartu merah yang diterima Rizdjar Nurviat memaksa pelatih Eko Purdjianto mengubah rencana permainan lebih awal dari perkiraan.
Tuan rumah membuka keunggulan lewat Dimas Wicaksono Putra pada menit ke-48. Javier Siverio sempat menyamakan kedudukan untuk PSMS pada menit ke-59, tetapi Hamzah Depa memastikan kemenangan PSPS lewat gol pada menit ke-82.
Eko Purdjianto Sebut Kartu Merah Ubah Rencana Permainan
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, tetap memberi apresiasi kepada para pemainnya yang bertahan hingga menit akhir. Menurut dia, kekalahan ini tidak lepas dari kondisi tim yang kehilangan satu pemain terlalu dini.
"Pertama, apresiasi buat PSPS Pekanbaru yang menang dengan skor 2-1. Kami kesulitan di babak pertama karena sekitar menit ke-30 sudah bermain dengan 10 pemain. Kami berusaha mempertahankan hasil seri, tetapi yang terjadi justru kalah 2-1," katanya.
Eko menyoroti gol penentu PSPS yang tercipta dari situasi bola mati. Perbaikan dalam mengantisipasi bola mati menjadi salah satu fokus PSMS sebelum menghadapi Semen Padang pada pertandingan berikutnya.
"Kami sebenarnya sudah bisa mengantisipasi permainan di babak pertama sebelum kartu merah terjadi. Namun, apa boleh buat, kami mendapatkan situasi yang tidak diinginkan dan harus bermain dengan 10 pemain," ujarnya.
Tiga Kartu Merah di Tiga Laga Tandang Jadi Catatan Javier Siverio
Striker PSMS, Javier Siverio, menilai pertandingan berjalan sulit setelah timnya kehilangan satu pemain terlalu awal. Meski begitu, ia menilai PSMS tidak tampil buruk sepanjang laga.
"Kami tidak memainkan pertandingan yang buruk, tetapi memang sangat sulit ketika harus bermain dengan 10 pemain terlalu awal. Kami bermain bagus di babak kedua, mencetak gol penyeimbang, lalu ketika berupaya mencetak gol kedua, kami mendapatkan serangan balik dan kecolongan," ujar Siverio.
Striker asal Spanyol itu mencatat pola kartu merah yang berulang di laga tandang. Menurut dia, kesalahan berulang ini harus segera diperbaiki agar PSMS tidak kembali kehilangan poin.
"Kami sudah memainkan tiga pertandingan tandang dan mendapatkan tiga kartu merah. Situasi ini sangat sulit untuk mencapai hasil yang kami harapkan. Kami harus memperbaiki kesalahan ini, dan saya rasa ke depannya akan menjadi lebih baik," ucapnya.
Klasemen Grup A: PSPS Puncak, PSMS Kejar di Posisi Kedua
Kekalahan ini membuat PSPS Pekanbaru mengambil alih puncak klasemen sementara Grup A dengan koleksi 11 poin. PSMS Medan turun ke posisi kedua dengan 10 poin, terpaut satu angka dari tuan rumah.
PSMS akan menghadapi Semen Padang pada pertemuan berikutnya, Sabtu 17 Oktober mendatang. Laga itu menjadi kesempatan tim asuhan Eko Purdjianto untuk kembali meraih poin penuh sekaligus memperbaiki catatan disiplin pemain.