Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempercepat pelaksanaan 5.395 kegiatan fisik program pembangunan daerah dengan total pagu anggaran sekitar Rp4,4 triliun agar tuntas sebelum akhir 2026. Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumut Faisal Arif Nasution menargetkan seluruh kegiatan itu rampung paling lambat 26 Desember 2026. Percepatan mencakup pekerjaan infrastruktur maupun non-infrastruktur yang tersebar di kabupaten/kota se-Sumut.
MEDAN — Sebanyak 42 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut tahun ini menjalankan 5.395 kegiatan fisik. Dari jumlah itu, 853 kegiatan berupa fisik infrastruktur dan 4.542 kegiatan fisik non-infrastruktur di kabupaten/kota se-Sumut.
Total porsi anggaran kegiatan Pemprov Sumut secara umum mencapai sekitar Rp4,4 triliun lebih. Nilai pekerjaan yang telah berkontrak mencapai Rp3,7 triliun.
"Secara umum ada 42 organisasi perangkat daerah (OPD) yang tahun ini melaksanakan 5.395 kegiatan fisik infrastruktur, dan kegiatan fisik noninfrastruktur," ujar Faisal dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis.
Laporan Realisasi Fisik Dikirim Setiap Tanggal 10
Faisal menyebut pihaknya menerima laporan realisasi fisik dari masing-masing OPD pada tanggal 10 setiap bulannya. Laporan bulan ini masih dalam proses peng-input-an aplikasi Progress Report Pengendalian Pembangunan (PRP2) Sumut.
Selain kegiatan rutin OPD, Pemprov Sumut juga menjalankan dua program strategis nasional, 364 kegiatan Program Strategis Daerah (PSD), 236 kegiatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), serta 655 kegiatan transfer keuangan daerah (TKD).
Program Strategis Daerah: 364 Kegiatan, Pagu Rp916 Miliar
Program Strategis Daerah diatur melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara dan dilaksanakan oleh 23 OPD di lingkungan Pemprov Sumut. Program ini mencakup 364 kegiatan dengan pagu anggaran Rp916 miliar.
Dari pagu tersebut, nilai kontrak yang telah berjalan mencapai Rp826 miliar. Realisasi fisiknya sekitar 31,61 persen hingga triwulan III.
"Program ini mencakup 364 kegiatan dengan pagu anggaran Rp916 miliar. Di antaranya nilai kontrak telah berjalan mencapai Rp826 miliar, dan realisasi fisik sekitar 31,61 persen hingga triwulan III," kata Faisal menjelaskan.
Program Hasil Terbaik Cepat: Realisasi Fisik 39,30 Persen
Program Hasil Terbaik Cepat di wilayah Sumatera Utara dilaksanakan oleh sembilan OPD di lingkungan Pemprov Sumut. Pagu anggaran PHTC dialokasikan sekitar Rp1,1 triliun.
Nilai kontrak yang telah berjalan untuk program ini sebesar Rp1 triliun. Realisasi fisiknya tercatat 39,30 persen.
"Dengan pagu anggaran PHTC dialokasikan sekitar Rp1,1 triliun, di antaranya nilai telah kontrak telah berjalan sebesar Rp1 triliun dan realisasi fisik 39,30 persen," ujar Faisal.
Faktor Teknis dan Pengadaan Jadi Perhatian
Pemprov Sumut terus melakukan pemetaan dan analisis berbagai faktor teknis maupun non-teknis yang membuat capaian realisasi pembangunan daerah mengalami dinamika. Salah satu faktor yang disorot adalah proses pengadaan barang dan jasa.
Faisal mencatat ada beberapa kegiatan yang baru berkontrak pada Juli dan September. Meski demikian, ia optimistis seluruh pelaksanaan bisa rampung sesuai jadwal.
"Ada beberapa kegiatan baru berkontrak di Juli dan September. Insya Allah seluruh pelaksanaan bisa rampung, karena komitmen bersama agar target Gubernur dan Wakil Gubernur dapat tuntas tepat waktu," kata Faisal.