Pencarian

BPBD Sumut Tangani 9 Karhutla di 7 Kabupaten/Kota Sepanjang September 2026, 23,72 Hektare Lahan Terdampak

Rabu, 07 Oktober 2026 • 08:02:32 WIB
BPBD Sumut Tangani 9 Karhutla di 7 Kabupaten/Kota Sepanjang September 2026, 23,72 Hektare Lahan Terdampak
Petugas BPBD Sumut menangani kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik sepanjang September 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara menangani sembilan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di tujuh kabupaten/kota sepanjang September 2026. Luas lahan terdampak tercatat 23,72 hektare, turun dibandingkan Agustus yang mencapai 94,65 hektare dari 20 kejadian. Penurunan angka itu tidak membuat pemprov lengah, sejumlah langkah antisipasi tetap dijalankan bersama pemerintah kabupaten/kota.

MEDAN — Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati menyebut laporan Pusdalops Sumut mencatat sembilan kejadian karhutla di tujuh daerah. Kabupaten Samosir dan Kabupaten Padang Lawas Utara menyumbang masing-masing dua kejadian, sementara lima daerah lain tercatat satu kali.

Wilayah yang dilanda karhutla meliputi Kabupaten Karo, Samosir, Asahan, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga. Total lahan dan hutan yang terdampak mencapai 23,72 hektare.

Dua Daerah Penyumbang Kejadian Terbanyak

Dari sembilan kejadian, Samosir dan Padang Lawas Utara menjadi daerah dengan frekuensi karhutla tertinggi. Masing-masing wilayah dilaporkan mengalami dua kejadian sepanjang bulan.

"Berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops Sumut tercatat sembilan kali terjadi kebakaran hutan dan lahan di tujuh kabupaten/kota," ujar Sri Wahyuni di Medan, Senin.

Lima daerah lainnya, yakni Karo, Asahan, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Sibolga, masing-masing mencatat satu kejadian. Sebaran ini menunjukkan karhutla tidak terkonsentrasi di satu wilayah saja, melainkan tersebar merata di berbagai titik Sumatera Utara.

Luas Terdampak Turun Dibandingkan Agustus

Perbandingan data antar bulan menunjukkan perbaikan. Pada Agustus, Pusdalops Sumut mencatat 20 kejadian karhutla dengan luas terdampak 94,65 hektare di tujuh kabupaten/kota.

Angka September turun menjadi sembilan kejadian dengan 23,72 hektare lahan terdampak. Penurunan ini terjadi baik dari sisi jumlah kejadian maupun luas area yang terbakar.

"Jika dibandingkan bulan Agustus jumlah hutan dan lahan terdampak akibat kebakaran hutan dan lahan menurun. Bulan Agustus tercatat sebanyak 94,65 hektare dengan 20 kejadian yang tersebar di tujuh kabupaten/kota," sebut dia.

Edukasi dan Koordinasi Jadi Andalan Antisipasi

Meski tren menurun, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota dan pemangku kebijakan terkait tetap menjalankan sejumlah upaya antisipasi. Fokusnya pada pencegahan agar kejadian tidak meluas.

"Kami gencar berlakukan berbagai upaya termasuk gencar melakukan edukasi dan meningkatkan koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait," ujarnya.

Koordinasi lintas instansi dinilai penting mengingat sebaran karhutla yang melibatkan tujuh daerah sekaligus. Edukasi ke warga di sekitar kawasan rawan terbakar juga terus digencarkan untuk menekan potensi kejadian baru.

BPBD Sumut melalui Pusdalops terus memantau laporan dari daerah. Data kejadian dan luas terdampak diperbarui secara berkala sebagai dasar pengambilan langkah penanganan berikutnya.

Follow www.kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks