MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat layanan kereta api tidak lagi hanya dipakai warga lokal. Rute yang menghubungkan Medan dengan Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Kisaran, Tanjungbalai, Rantauprapat, Belawan, Kuala Tanjung, hingga Kualanamu menjadi jalur yang dilalui wisatawan asing.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo menyebut konektivitas antardaerah sebagai faktor pendukung utama. Menurutnya, kereta api menghubungkan Kota Medan dengan berbagai kabupaten dan kota di Sumut.
"Kereta api menjadi salah satu sarana yang mendukung konektivitas wisatawan mancanegara selama menjelajahi Sumatera Utara. Dari Medan sebagai pintu gerbang, Siantar sebagai salah satu akses menuju kawasan Danau Toba, hingga Tebing Tinggi dan daerah lainnya sebagai simpul perjalanan," ujar Anwar.
Stasiun Medan Catat 4.037 Penumpang Asing
Dari total 14.023 wisman, Stasiun Medan menyumbang 4.037 orang selama Januari hingga Agustus 2026. Posisi itu tidak lepas dari peran stasiun tersebut sebagai pusat perjalanan kereta api di provinsi ini.
Jaringan KAI Divre I Sumut menjangkau sejumlah titik yang selama ini menjadi tujuan wisata. Pematangsiantar, misalnya, jadi akses menuju kawasan Danau Toba. Tebing Tinggi dan Kisaran menjadi simpul perjalanan ke arah timur provinsi.
Kedekatan Geografis dengan Singapura dan Malaysia
Anwar menyebut kedekatan geografis Sumatera Utara dengan sejumlah negara, terutama Singapura dan Malaysia, turut mendorong tingginya kunjungan wisatawan mancanegara. Kereta api menjadi pilihan karena dinilai aman, efisien, dan dapat diandalkan untuk menjangkau berbagai daerah.
"Kereta api bukan hanya mengangkut wisatawan, tetapi juga ikut menghubungkan mereka dengan berbagai potensi wisata dan rantai ekonomi daerah," katanya.
Dampak ke UMKM dan Kuliner di Daerah yang Dilalui
Pemanfaatan kereta api oleh wisatawan asing dinilai memberi dampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi di daerah yang dilalui. Mobilitas yang semakin terkoneksi membuka peluang bagi sektor pariwisata, usaha mikro, kuliner, hingga ekonomi lokal untuk ikut berkembang.
Anwar menambahkan, penguatan konektivitas antardaerah menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata Sumatera Utara. Sejumlah destinasi wisata di provinsi ini berada di luar Kota Medan sehingga membutuhkan akses transportasi dari pintu masuk utama menuju daerah tujuan.
"Dengan konektivitas yang semakin baik, kereta api diharapkan dapat terus menjadi bagian dari perjalanan wisatawan dalam mengenal berbagai destinasi dan potensi ekonomi di Sumatera Utara," pungkas Anwar.