Pencarian

Kapolri Suyudi Ario Seto Rotasi 88 Pati dan Pamen Polri Dua Hari Usai Dilantik, 19 Kapolda Berganti

Minggu, 04 Oktober 2026 • 11:32:01 WIB
Kapolri Suyudi Ario Seto Rotasi 88 Pati dan Pamen Polri Dua Hari Usai Dilantik, 19 Kapolda Berganti
Kapolri Suyudi Ario Seto merotasi 88 pati dan pamen Polri dua hari setelah dilantik.

MEDAN — Surat Telegram bernomor ST/2205/X/KEP./2026 menjadi dasar pergeseran 88 perwira di tubuh Polri. Sejumlah jabatan strategis ikut berganti penghuni, mulai dari Kabareskrim, Kabaintelkam, Kadiv Propam, sampai 19 kursi Kapolda di berbagai wilayah.

Rotasi ini dieksekusi hanya dua hari setelah Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri. Publik pun membaca gerakan itu sebagai sinyal awal arah kepemimpinan baru di Markas Besar Polri.

Jabatan Vital yang Ikut Bergeser

Sejumlah posisi yang berganti komando masuk kategori krusial dalam struktur Polri. Kabareskrim, Kabaintelkam, dan Kadiv Propam termasuk di antaranya.

Ketiga jabatan itu berkaitan langsung dengan penegakan hukum, intelijen, dan pengawasan internal. Kabareskrim memegang kendali penyidikan kasus besar, sementara Kadiv Propam bertanggung jawab mengawasi perilaku anggota.

Selain itu, 19 jabatan Kapolda turut dirombak. Kapolda Metro Jaya masuk dalam daftar wilayah yang mengalami pergantian tongkat komando.

Mengapa Mutasi Besar-Besaran Pasca-Pelantikan Dianggap Lumrah

Dalam teori manajemen organisasi, rotasi skala besar setelah pergantian pimpinan merupakan langkah umum. Tujuannya menyelaraskan sistem dengan visi-misi pemimpin baru.

Langkah Suyudi bisa dibaca sebagai upaya percepatan konsolidasi internal. Harapannya, terbentuk komando yang solid dan responsif di semua lini.

Namun, dari perspektif police accountability, pergeseran personel dalam jumlah besar bukan obat mujarab. Pergantian nama pada struktur organisasi hanyalah pergantian pemain.

Tantangan utama Polri tetap terletak pada perbaikan aturan main. Tanpa pembenahan sistem evaluasi berbasis kinerja yang transparan, mutasi beruntun berisiko hanya jadi manuver penyegaran di atas kertas.

Beban Berat Menanti Para Kapolda Baru

Tugas berat mengadang para Kapolda baru di 19 wilayah. Mereka tidak hanya dituntut menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga berani menindak anggota di tingkat bawah yang menyalahgunakan wewenang.

Pergantian pejabat mesti mampu menjawab keresahan masyarakat. Mulai dari transparansi penanganan kasus, oknum yang terkesan kebal hukum, hingga penanganan aksi penyampaian aspirasi yang sering berujung represif.

Kritik utama terletak pada konsistensi penegakan hukum dan independensi lembaga. Mutasi posisi strategis seperti Kadiv Propam, Kabareskrim, hingga Densus 88 menuntut jaminan bahwa pejabat baru bukan figur kompromistis.

Mereka diharapkan siap membenahi kultur represif dan membongkar resistensi internal. Jangan sampai pergantian hanya menghasilkan wajah baru tanpa perubahan cara kerja.

Harapan Publik: Keadilan Tanpa Menunggu Viral

Masyarakat tidak butuh sekadar panggung serah terima jabatan yang megah dengan karangan bunga memenuhi halaman markas. Harapan besar dititipkan pada kepemimpinan Jenderal Suyudi dan jajaran barunya.

Ada tiga hal yang paling dinanti. Pertama, polisi yang dekat dan melindungi warga serta menyingkirkan budaya kekerasan.

Kedua, keadilan tanpa syarat. Penegakan hukum mesti berjalan setara tanpa perlu menunggu tagar viral di media sosial.

Ketiga, pengawasan ketat internal. Divisi Propam dan jajaran pengawas harus berfungsi sebagai alat pembersih yang efektif, bukan sekadar benteng pertahanan oknum.

Selama jargon "No Viral, No Justice" belum pensiun, berarti yang berubah baru nama di pintu ruangan pejabat. Belum cara kerjanya.

Ujian Sesungguhnya Bukan pada Telegram Mutasi

Mutasi kilat dua hari pasca-pelantikan ini adalah langkah awal yang berani. Namun, ujian sesungguhnya bukan pada seberapa cepat telegram mutasi itu ditandatangani.

Yang dinilai publik adalah seberapa nyata rasa aman dan keadilan hadir di tengah masyarakat. Rotasi 88 perwira ini baru pembuka, belum jawaban.

Follow www.kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartaindonesia.org

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks