PADANG LAWAS UTARA — Pengecoran pondasi di kedua sisi jembatan menjadi fokus utama pekerjaan pada tahap awal pembangunan ini. Personel Kodim 0212/Tapanuli Selatan dikerahkan bersama masyarakat untuk mempercepat penyelesaian struktur dasar.
Progres 14,5 persen dicatat setelah empat hari pekerjaan berjalan. Pembangunan dilakukan secara bertahap menyesuaikan tahapan konstruksi yang telah direncanakan.
Kapendam I/BB Sebut Proyek Bagian Program Pemerintah Pusat
Kapendam I/BB Kol Inf Sandy S.I.P., M.Han., menyatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Program itu diarahkan untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat dalam mendapatkan akses transportasi dan infrastruktur yang memadai.
"Pembangunan jembatan ini untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam melintasi akses yang selama ini menjadi kendala," kata Sandy.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Manfaat tidak hanya dari sisi akses, tetapi juga terhadap aktivitas sosial dan perekonomian warga.
Akses Selama Ini Jadi Kendala Warga Mengangkut Hasil Pertanian
Kondisi akses di wilayah tersebut selama ini menjadi salah satu kendala masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mobilitas warga dan pengangkutan hasil pertanian termasuk yang terdampak.
Dengan selesainya jembatan ini, masyarakat dapat lebih mudah beraktivitas. Baik untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah menyebut pembangunan ini sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat.
Pekerjaan Dilanjutkan Hingga Jembatan Rampung
Pembangunan akan terus dilanjutkan sesuai tahapan pekerjaan hingga jembatan rampung. Setelah selesai, jembatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat Desa Simadihon serta warga di wilayah sekitarnya.