Pencarian

ASDP Beberkan Penyebab Macet Panjang di Pelabuhan Ketapang

Selasa, 29 September 2026 • 11:32:32 WIB
ASDP Beberkan Penyebab Macet Panjang di Pelabuhan Ketapang
Antrean kendaraan logistik memadati akses menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

SUMATERA UTARA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan kemacetan panjang akses menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, dipicu akumulasi kendaraan logistik yang didominasi truk. Antrean diperparah terhambatnya layanan penyeberangan pada Sabtu (26/9/2026) akibat aksi penyampaian aspirasi sejumlah pengemudi truk di area pelabuhan. ASDP mengerahkan 26 kapal untuk mempercepat penguraian antrean di lintasan Jawa–Bali.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan peningkatan antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang merupakan akumulasi yang butuh waktu untuk diurai secara bertahap. Pihaknya menyebut proses penguraian antrean terus dilakukan setelah mediasi dengan pengemudi truk mencapai kesepakatan bersama dan layanan penyeberangan kembali berjalan normal.

Menurut Windy, kendaraan logistik yang melintas punya karakteristik dimensi dan muatan beragam, termasuk kendaraan yang terindikasi melebihi ketentuan dimensi maupun muatan atau ODOL. Kondisi itu memengaruhi pengaturan dan pemuatan kendaraan, sehingga perlu penyesuaian dengan kapasitas serta karakteristik kapal dan aspek keselamatan pelayaran.

26 Kapal Dikerahkan di Lima Dermaga

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan sebanyak 26 kapal dioperasikan untuk mendukung percepatan penguraian antrean kendaraan di kedua sisi lintasan hingga Senin (28/9/2026) siang. Armada itu tersebar di sejumlah dermaga dengan pembagian sebagai berikut:

  • Lima kapal di Dermaga I Reguler
  • Lima kapal di Dermaga MB III Reguler
  • Empat kapal di Dermaga IV
  • Delapan kapal di Dermaga LCM
  • Tiga kapal perbantuan pada LCM Tanjung Balai di Gilimanuk
  • Satu kapal perbantuan pada MB IV Tanjung Balai

Selain optimalisasi armada, ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan mempercepat siklus pelayanan mulai dari proses sandar, bongkar-muat, hingga keberangkatan. Pola operasi dievaluasi berkala dengan mempertimbangkan kondisi antrean, kesiapan dermaga, karakteristik kendaraan, kapasitas kapal, serta aspek keselamatan pelayaran.

Antrean Diurai Sejak Area Parkir hingga Pemuatan

ASDP bersama regulator, kepolisian, operator kapal, dan pemangku kepentingan terkait mengoptimalkan armada, frekuensi perjalanan, serta pengaturan kendaraan sejak area antrean hingga proses pemuatan ke kapal. Pengaturan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kesiapan dermaga, kapasitas kapal, kondisi cuaca dan maritim, serta kepadatan kendaraan di lapangan.

"ASDP memahami ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan pengguna jasa," kata Windy.

Windy menegaskan fokus ASDP saat ini adalah mempercepat penguraian antrean dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia, dengan tetap mengutamakan keselamatan serta menjaga kelancaran konektivitas Jawa–Bali dan distribusi logistik.

Dampak ke Distribusi Logistik Jawa–Bali

Pelabuhan Ketapang menjadi salah satu simpul utama penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali. Antrean panjang di akses pelabuhan berpotensi menahan laju distribusi barang, terutama komoditas yang diangkut truk logistik dari dan menuju kedua wilayah.

Heru menyatakan seluruh langkah operasional dilakukan secara terkoordinasi bersama regulator, kepolisian, operator kapal, dan pemangku kepentingan terkait, dengan menempatkan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama.

"Pengaturan kapal, dermaga, dan distribusi muatan dilakukan secara dinamis sesuai kapasitas dan karakteristik masing-masing kapal serta kondisi operasional di lapangan," ujar Heru dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Percepatan penguraian antrean di Ketapang menjadi ujian bagi ASDP dalam menjaga keandalan lintasan tersibuk penghubung Jawa–Bali, terutama saat volume kendaraan logistik meningkat dan muncul gangguan layanan di lapangan.

Follow www.kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks