Pencarian

Kapitalisasi Alphabet Tembus US$4 Triliun, Kekayaan Pendiri Google Melonjak

Rabu, 14 Januari 2026 • 17:55:04 WIB
Kapitalisasi Alphabet Tembus US$4 Triliun, Kekayaan Pendiri Google Melonjak
Sergey Brin naik ke posisi orang terkaya ketiga dunia setelah kapitalisasi pasar Alphabet menembus US$4 triliun.

Kekayaan Sergey Brin, salah satu pendiri Google, melonjak tajam seiring reli saham Alphabet. Lonjakan ini membuat Brin resmi menempati posisi orang terkaya ketiga di dunia, menggeser pendiri Amazon Jeff Bezos dan bos Oracle Larry Ellison.

Kenaikan kekayaan Brin terjadi setelah kapitalisasi pasar Alphabet menembus US$4 triliun, menjadikannya perusahaan keempat di dunia yang mencapai level tersebut, menyusul Nvidia, Microsoft, dan Apple.

Saham Alphabet Reli, Harta Brin Ikut Melonjak

Saham Alphabet sempat menguat hingga 2,4 persen dalam perdagangan, sebelum bertahan naik sekitar 1,3 persen dan diperdagangkan di atas US$337 per saham. Dalam tujuh hari perdagangan terakhir, saham Alphabet tercatat naik sekitar 6,6 persen. Sepanjang 2025, lonjakannya bahkan mencapai sekitar 65 persen—tertinggi sejak 2009.

Menurut daftar miliarder real-time Forbes, kekayaan Brin bertambah sekitar US$4,9 miliar menjadi US$255,6 miliar. Ia kini hanya berada di bawah Elon Musk dan rekan sesama pendiri Google, Larry Page, yang hartanya diperkirakan mencapai US$277 miliar.

Sebaliknya, penurunan saham Amazon dan Oracle ikut memengaruhi pergeseran peringkat. Kekayaan Bezos kini diperkirakan sekitar US$253,2 miliar, disusul Ellison dengan US$251,3 miliar.

Faktor AI Jadi Penggerak Utama

Antusiasme investor terhadap Alphabet tak lepas dari langkah agresif perusahaan di bidang kecerdasan buatan. Salah satu pendorong terbesarnya adalah kemitraan baru dengan Apple, yang akan menggunakan Gemini—model AI buatan Google—sebagai fondasi pengembangan AI dan generasi terbaru asisten virtual Siri.

Selain itu, Alphabet juga terus memperkuat posisinya di industri AI melalui peluncuran Gemini 3 dan chip AI generasi ketujuh bernama Ironwood, yang dipandang sebagai upaya menantang dominasi Nvidia di infrastruktur AI.

Brin Aktif Donasi

Menariknya, meski kekayaannya meroket, Brin dikenal aktif menjual sebagian sahamnya dan menyalurkan dana untuk kegiatan filantropi. Ia tercatat menyumbangkan saham Alphabet dan Tesla untuk mendukung riset penyakit Parkinson.

Lonjakan kekayaan Brin sekaligus menegaskan bagaimana AI menjadi mesin utama penciptaan nilai baru di pasar global, sekaligus mengubah peta persaingan orang-orang terkaya di dunia.

Bagikan
Sumber: nairametrics

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks