Pencarian

PMI Salurkan Bantuan Pascabanjir ke Pusat Pendidikan Bersejarah di Langkat

Selasa, 13 Januari 2026 • 23:55:04 WIB
RE
MU
Redaksi | Editor: Muhammad Yusuf
PMI Salurkan Bantuan Pascabanjir ke Pusat Pendidikan Bersejarah di Langkat

langkat — Palang Merah Indonesia (PMI) terus memperkuat peran kemanusiaannya dalam penanganan dampak bencana hidrometeorologi di berbagai daerah. Melalui PMI Provinsi Sumatera Utara, bantuan kemanusiaan disalurkan kepada dosen dan guru Jamiah Mahmudiyah Lithalabil Khairiyah yang terdampak banjir di Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Ketua PMI Sumut Rahmat Shah di Aula Institut Jamiah Mahmudiyah (IJM), Minggu (11/1). Penyerahan dilakukan didampingi Wakil Ketua PMI Sumut Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP, dan diterima Ketua Pengurus Besar Jamiah Mahmudiyah Lithalabil Khairiyah Prof. Dr. H. Fachruddin Azmi, MA.

Paket bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok dan perlengkapan harian, seperti beras, gula, sabun, pasta gigi, kain sarung, serta kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu pemulihan para pendidik yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Dalam keterangannya, Rahmat Shah menegaskan PMI Sumut bergerak aktif bersama relawan untuk melayani pengiriman bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera Utara. Selain itu, PMI Sumut juga turut menyalurkan bantuan ke wilayah lain, termasuk Aceh, khususnya Aceh Tamiang.

“Markas PMI Sumut membuka layanan 24 jam untuk menerima dan menyalurkan bantuan dari berbagai daerah, lembaga, maupun perusahaan, baik untuk Sumatera Utara maupun Aceh,” ujar Rahmat Shah dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1).

Ia menambahkan, bencana hidrometeorologi yang terjadi telah menimbulkan dampak luas, tidak hanya pada permukiman warga, tetapi juga terhadap sektor pendidikan. Karena itu, PMI hadir untuk meringankan beban para pendidik yang terdampak langsung musibah tersebut.

“Kita harus tetap kuat, tabah, dan tawakal dalam menghadapi musibah. Yakinlah, di balik setiap ujian pasti ada hikmahnya,” kata Rahmat Shah.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Fachruddin Azmi menyampaikan apresiasi atas perhatian PMI terhadap lembaga pendidikan bersejarah tersebut. Ia menjelaskan, dari 92 dosen IJM, sebanyak 85 orang terdampak dan harus mengungsi, sedangkan 78 dari 110 guru madrasah juga mengalami kondisi serupa.

Banjir merendam rumah, kendaraan, dan peralatan elektronik milik para pendidik, bahkan sebagian bangunan terendam hingga atap. Sebagian dosen dan guru baru dapat kembali ke rumah pada hari kelima, sementara air benar-benar surut pada hari kesembilan sehingga proses pembersihan lumpur bisa dilakukan.

Selain berdampak pada tenaga pendidik, banjir juga menyebabkan kerusakan sarana pendidikan. Sekitar 7.000 buku dan kitab turats dari khazanah perpustakaan yang berdiri sejak 1912 rusak, serta 67 unit komputer penunjang kegiatan belajar mengajar tidak dapat digunakan.

Usai penyerahan bantuan, Rahmat Shah dan rombongan meninjau langsung kondisi perpustakaan IJM untuk melihat dampak kerusakan akibat banjir. Rombongan juga mengunjungi Museum Daerah Kabupaten Langkat guna meninjau koleksi sejarah Langkat dan Kesultanan Melayu, serta menerima penjelasan dari Koordinator Museum Syufriansyah, MPd.

Bagikan
Sumber: waspada

Berita Terkini

Indeks