Sumut Surplus 27.633 Ton Beras pada Oktober 2026, Bawang Merah Justru Defisit 2.047 Ton

Penulis: Tengku Syafri  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:02:01 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut memaparkan neraca pangan Oktober 2026 dalam temu pers di Medan, Jumat (23/10/2026).

MEDAN — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara memaparkan neraca pangan Oktober 2026 dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (23/10/2026). Selain beras, sejumlah komoditas hortikultura dan peternakan juga tercatat melewati kebutuhan bulanan. Bawang merah menjadi pengecualian yang paling menonjol.

Produksi beras Sumut berada di atas kebutuhan dengan selisih 27.633 ton. Angka itu berasal dari produksi 144.066 ton berbanding kebutuhan 116.433 ton. Fariz menyebut posisi tersebut menempatkan stok beras daerah dalam kondisi aman untuk periode berjalan.

"Kebutuhan beras Oktober sebesar 116.433 ton. Produksi beras sekitar 144.066 ton," kata Fariz.

Cabai Merah dan Cabai Rawit Juga Melampaui Kebutuhan

Cabai merah tercatat produksi 14.213 ton dengan kebutuhan 9.855 ton. Cabai rawit lebih jauh di atas kebutuhan, yakni 7.594 ton produksi berbanding 3.712 ton kebutuhan. Dua komoditas ini menyusul beras sebagai penyumbang surplus hortikultura Sumut pada Oktober.

Surplus di sektor pangan pokok dan hortikultura tidak otomatis menular ke seluruh komoditas. Bawang merah bergerak berlawanan arah dengan tren tersebut.

Bawang Merah Kurang 2.047 Ton dari Kebutuhan

Produksi bawang merah setara umbi basah tercatat 5.021 ton, atau 3.306 ton dalam kondisi kering. Kebutuhan periode yang sama mencapai 5.353 ton. Selisihnya sekitar 2.047 ton yang harus ditutup dari pasokan luar daerah atau stok sebelumnya.

Defisit bawang merah menjadi satu-satunya komoditas yang disebut eksplisit dalam paparan sebagai yang masih perlu ditingkatkan produksinya. Fariz tidak merinci asal pasokan pengganti untuk menutup kekurangan tersebut.

Daging Sapi hingga Telur Ayam Ras Tembus Kebutuhan

Di sektor peternakan, produksi daging sapi mencapai 1.773 ton dengan kebutuhan 891 ton. Daging ayam ras tercatat 20.383 ton produksi berbanding 16.037 ton kebutuhan. Telur ayam ras menjadi yang paling mencolok dengan produksi 53.810 ton, jauh di atas kebutuhan 20.491 ton.

Kelebihan pasokan pada sejumlah komoditas membuka ruang distribusi ke luar daerah. Namun, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut belum memaparkan rencana penyerapan untuk komoditas yang surplus besar seperti telur ayam ras.

Intervensi Lewat Program Strategis Daerah dan Kawasan Terpadu

Pemprov Sumut menjalankan Program Strategis Daerah (PSD) untuk mendongkrak produktivitas, terutama pada komoditas yang masih defisit. Program ini mengembangkan kawasan pertanian terpadu dalam satu hamparan yang dikelola kelompok tani.

"Untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, Pemprov Sumut melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pun melakukan intervensi. Intervensi ini masuk ke dalam bagian Program Strategis Daerah (PSD)," ujar Fariz.

Setiap kawasan dilengkapi paket bantuan dan kemitraan dengan badan usaha milik daerah (BUMD) yang berperan sebagai pembeli hasil produksi atau offtaker. Skema itu dirancang agar hasil panen kelompok tani punya kepastian penyerapan.

Progres Panen di 10 Kawasan Padi dan 16 Lokasi Bawang Merah

Kawasan padi tersebar di 10 lokasi dengan total luas 300 hektare. Panen sudah berlangsung di 44,5 hektare dengan produksi 327,95 ton. Kawasan jagung mencakup 13 lokasi seluas 260 hektare, dengan 43 hektare telah dipanen dan menghasilkan 345,6 ton.

Untuk cabai merah, pengembangan dilakukan di 15 kawasan seluas 60 hektare. Enam kawasan seluas 24 hektare sudah panen dengan produksi 264 ton. Adapun kawasan bawang merah mencakup 16 lokasi seluas 48 hektare, dan enam kawasan seluas 18 hektare telah menghasilkan 299,4 ton.

Angka panen bawang merah dari kawasan PSD itu masih jauh di bawah kebutuhan bulanan. Perluasan areal panen menjadi kunci bila Sumut ingin menutup defisit 2.047 ton dalam beberapa periode ke depan.

Empat Kawasan Sapi Potong Ditargetkan Rampung Desember 2026

Pembangunan empat kawasan sapi potong di Simalungun, Serdangbedagai, Asahan, dan Batubara masih berjalan. Target penyelesaian pada minggu pertama Desember 2026. Setiap kawasan direncanakan menampung 150 ekor sapi, terdiri dari 120 ekor untuk penggemukan dan 30 ekor untuk pengembangbiakan.

Pembangunan rumah produksi kelapa di Nias Utara sudah mencapai progres 80 persen dan ditargetkan rampung 6 November 2026. Tiga rumah produksi kopi, masing-masing satu di Humbang Hasundutan dan dua di Tapanuli Utara, juga ditargetkan selesai pada November 2026.

Dari seluruh komoditas yang dipaparkan, bawang merah menjadi pekerjaan rumah paling mendesak bagi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut. Surplus beras 27.633 ton memberi ruang fiskal, tetapi tidak menyelesaikan kekurangan pasokan bawang merah yang harus dipenuhi dari luar kawasan produksi daerah.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: rmolsumut.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top