MEDAN — Penilaian Lomba Vlog Menuju Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS) menempatkan Kabupaten Deliserdang di puncak kategori kabupaten dengan nilai 90. Di kategori kota, Kota Gunungsitoli memimpin dengan nilai 87.
Pengumuman pemenang dibacakan Ketua Pokja I TP PKK Sumut Grace Prayanti Noventina Simamora. Kahiyang Ayu menyerahkan trofi dan hadiah didampingi Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti.
Kabupaten Deliserdang meraih juara pertama dengan nilai 90. Posisi kedua ditempati Kabupaten Asahan dengan nilai 85, disusul Kabupaten Pakpak Bharat dengan nilai 80.
Juara harapan I diraih Kabupaten Tapanuli Selatan, harapan II Kabupaten Dairi, dan harapan III Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kota Gunungsitoli keluar sebagai juara pertama dengan nilai 87. Kota Pematangsiantar menyusul di posisi kedua dengan nilai 85, lalu Kota Tebingtinggi dengan nilai 83.
Program KILAS mengusung lima konsep utama yang disingkat K-I-L-A-S. Huruf K berarti Kenali, yakni memahami bentuk-bentuk kekerasan seksual dan bagian tubuh yang bersifat pribadi.
I untuk Identifikasi, yaitu mengenali perubahan perilaku atau tanda-tanda tidak wajar pada anak. L berarti Lindungi, menciptakan lingkungan rumah dan sosial yang aman bagi anak.
A adalah Ajarkan, memberikan edukasi sejak dini agar anak berani berkata "tidak" terhadap sentuhan yang membuatnya tidak nyaman. S berarti Segera Laporkan, yakni mencari bantuan dan melapor bila ada indikasi kekerasan seksual.
Usai penyerahan hadiah, Kahiyang Ayu menyapa dan berdialog dengan jajaran TP PKK kabupaten/kota se-Sumut. Dengan busana hitam dan selempang ulos, ia menanyakan kebutuhan daerah untuk mendukung pelaksanaan program kerja.
Pemenuhan kebutuhan itu akan diproses dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran. Kahiyang juga meminta setiap bantuan disertai pembinaan yang jelas.
"Terima kasih kepada ibu-ibu dan semaunya yang sudah hadir malam ini. Saya mau nanya apa saja yang dibutuhkan, tapi nanti kita lihat juga anggarannya. Dan juga harus ada binaan," ucap Kahiyang.
Ia berharap bantuan yang diberikan mendukung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Cakupannya meliputi penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat.
Kahiyang menempatkan keluarga sebagai benteng utama dalam komunikasi, pengawasan, dan edukasi sejak dini. TP PKK berperan sebagai agen edukasi, pengelola KILAS Corner, dan fasilitator sosialisasi di berbagai daerah.
"Keluarga sebagai benteng utama dalam komunikasi, pengawasan, dan edukasi sejak dini dan TP PKK bertindak sebagai agen edukasi, pengelola KILAS Corner, dan fasilitator sosialisasi di berbagai daerah," pungkasnya.