Polytron Pamer Fox Series di GIIAS Semarang 2026, Pengguna Tembus 75.000

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 11:34:31 WIB
Polytron memamerkan lini motor listrik Fox Series di GIIAS Semarang 2026.

SUMATERA UTARA — Polytron membawa lini motor listrik Fox Series ke GIIAS Semarang 2026 yang berlangsung 30 September hingga 4 Oktober di Muladi Dome UNDIP. Kehadiran itu berbarengan dengan capaian pengguna motor listrik Polytron yang disebut melampaui 75.000 konsumen nasional. Selama pameran, pembeli unit FOX Electric mendapat subsidi hingga Rp 6 juta plus merchandise tanpa undian.

Pabrikan elektronik asal Indonesia itu menempati Pre-Function Booth PF 1 selama lima hari pameran. Selain memajang jajaran Fox Series, Polytron membuka area test drive bagi pengunjung yang ingin mencoba langsung kendaraan listrik roda dua tersebut.

Head of Group Product EV-2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menyebut partisipasi di GIIAS Semarang sebagai langkah memperluas jangkauan ekosistem kendaraan listrik. "Kami terus berupaya memperluas aksesibilitas ekosistem kendaraan listrik yang tangguh, efisien, dan ramah lingkungan bagi masyarakat luas," ujar Ilman.

Subsidi Rp 6 Juta dan Hadiah Tanpa Undian

Selama periode pameran, Polytron memangkas harga setiap pembelian motor listrik Polytron EV melalui subsidi langsung hingga Rp 6 juta. Khusus unit FOX Electric, konsumen juga menerima paket merchandise berupa Exclusive Jacket dan Tumbler Polytron.

Berbeda dari skema promo lain yang biasanya memakai undian, hadiah tersebut diklaim langsung diberikan ke setiap pembeli. "Tidak hanya penawaran harga spesial, setiap transaksi unit FOX Electric selama GIIAS Semarang 2026 berlangsung juga akan langsung mendapatkan paket hadiah eksklusif berupa Exclusive Jacket dan Tumbler Polytron tanpa diundi," kata Ilman.

Pasar Motor Listrik Masih di Bawah 1 Persen

Capaian 75.000 pengguna itu datang di tengah dominasi sepeda motor berbahan bakar minyak. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan domestik sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit, naik 1,3 persen dari 6.333.310 unit pada 2024.

Rata-rata penjualan bulanan sepeda motor nasional pada 2025 berada di kisaran 535.000 unit. Untuk 2026, AISI memproyeksikan angka penjualan bergerak di rentang 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.

Di tengah total pasar sebesar itu, kontribusi sepeda motor listrik sepanjang 2025 masih belum menembus 1 persen. Artinya, ruang pertumbuhan bagi pemain seperti Polytron masih terbuka lebar, meski volume absolutnya masih jauh di bawah motor konvensional.

Insentif Konversi Rp 10 Juta per Unit

Pemerintah mendorong elektrifikasi roda dua lewat sejumlah kebijakan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalankan program konversi sepeda motor bensin menjadi listrik dengan bantuan hingga Rp 10 juta per unit, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2023.

Aturan itu juga memperluas cakupan penerima bantuan, mencakup badan usaha non-BUMN dan koperasi. Pemerintah menargetkan 13 juta sepeda motor listrik pada 2030 melalui Grand Strategy Energi Nasional.

Dukungan infrastruktur ikut disiapkan. Kementerian ESDM mengarahkan pembangunan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) menuju 67.000 unit pada 2030, termasuk pengembangan bengkel konversi di berbagai daerah.

Uji Coba di Area Booth PF 1

Pengunjung GIIAS Semarang 2026 bisa mencoba Fox Series di area Pre-Function Booth PF 1, Muladi Dome UNDIP, selama pameran berlangsung. Polytron menyebut lini tersebut dirancang untuk mobilitas harian dengan penekanan pada performa, efisiensi biaya operasional, dan layanan purna jual.

Pameran di Semarang menjadi ajang bagi Polytron untuk menguji respons pasar regional, sekaligus memanfaatkan momentum kebijakan insentif yang masih berjalan. Bagi konsumen yang menunda pembelian, kombinasi subsidi pabrikan dan bantuan pemerintah berpotensi menekan harga akhir secara signifikan.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: marketing.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top