Pelindo Belawan Refleksikan 5 Tahun Pasca Merger, Ini Fokus Transformasinya

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:05:31 WIB
Peringatan Hari Pelindo ke-5 di Pelabuhan Belawan dihadiri jajaran manajemen dan pekerja.

SUMATERA UTARA — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan memperingati Hari Pelindo ke-5 pada Kamis (1/10), menandai lima tahun perjalanan perusahaan pelat merah itu pasca merger. Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, menyebut momentum ini sebagai refleksi atas perjalanan panjang Pelabuhan Belawan yang dibangun dari generasi ke generasi. Peringatan ini menjadi penanda arah transformasi Pelindo dalam memperkuat layanan kepelabuhanan dan logistik di kawasan Sumatera Utara.

Paragraf pembuka: Rangkaian peringatan berlangsung bersama jajaran manajemen dan pekerja di lingkungan Pelabuhan Belawan. Yusrizal memimpin langsung jalannya acara sekaligus mengajak seluruh insan Pelindo menengok kembali perkembangan Pelabuhan Belawan dari masa ke masa. Menurutnya, perjalanan panjang pelabuhan ini tidak lepas dari peran pekerja yang silih berganti mengisi setiap fase pertumbuhan.

Kilas Balik Perjalanan Pelabuhan Belawan

Dalam sambutannya, Yusrizal menyampaikan bahwa Pelabuhan Belawan memiliki sejarah panjang yang terus berkembang hingga menjadi bagian penting dalam aktivitas kepelabuhanan dan logistik saat ini. Perjalanan itu tidak terbentuk dalam waktu singkat, melainkan hasil kerja lintas generasi yang menjaga operasional pelabuhan tetap berjalan.

"Pelabuhan Belawan memiliki perjalanan panjang yang dibangun dari generasi ke generasi. Hari Pelindo menjadi momentum bagi kita untuk melihat kembali perjalanan tersebut sekaligus terus bergerak dan memberikan yang terbaik melalui peran kita masing-masing," ujar Yusrizal.

Pernyataan itu menegaskan posisi Pelabuhan Belawan sebagai salah satu simpul logistik utama di wilayah barat Indonesia. Aktivitas bongkar muat, arus barang, hingga konektivitas antarpulau bergantung pada kelancaran operasional di pelabuhan ini.

Makna Lima Tahun Pasca Merger

Hari Pelindo ke-5 merujuk pada lima tahun perjalanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) setelah merger. Penggabungan sejumlah operator pelabuhan ke dalam satu entitas holding menjadi titik balik konsolidasi layanan kepelabuhanan nasional. Bagi Pelindo Regional 1 Belawan, periode ini menjadi fase adaptasi sekaligus pembenahan di berbagai lini operasional.

Yusrizal menempatkan momentum peringatan sebagai kesempatan untuk menghargai perjalanan perusahaan sekaligus melihat peran insan Pelindo dalam melanjutkan transformasi. Transformasi itu mencakup perbaikan proses kerja, peningkatan standar pelayanan, hingga penyesuaian terhadap perubahan kebutuhan pengguna jasa pelabuhan.

Pelabuhan Belawan sendiri melayani berbagai komoditas, mulai dari barang konsumsi, bahan baku industri, hingga hasil perkebunan yang menjadi andalan ekspor Sumatera Utara. Kelancaran arus di pelabuhan ini berdampak langsung pada biaya logistik yang ditanggung pelaku usaha dan konsumen di wilayah sekitarnya.

Kebersamaan Manajemen dan Pekerja

Rangkaian peringatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Yusrizal bersama jajaran manajemen dan pekerja. Momen itu menambah suasana kebersamaan dalam perayaan lima tahun perjalanan Pelindo. Kehadiran manajemen dan pekerja dalam satu acara menegaskan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya soal sistem dan infrastruktur, tetapi juga soal manusia yang menjalankannya.

Bagi pekerja di lingkungan Pelabuhan Belawan, peringatan ini menjadi penanda bahwa peran mereka tetap menjadi bagian penting dari rantai layanan kepelabuhanan. Setiap aktivitas di dermaga, lapangan penumpukan, hingga kantor operasional berkontribusi pada citra dan kinerja pelabuhan secara keseluruhan.

Penutup: Melalui peringatan Hari Pelindo ke-5, Pelindo Regional 1 Belawan menjadikan perjalanan masa lalu sebagai refleksi untuk terus beradaptasi dengan perubahan dan memberikan pelayanan kepelabuhanan yang semakin baik. Lima tahun pasca merger menjadi titik ukur sejauh mana konsolidasi Pelindo berjalan di lapangan, khususnya di salah satu pelabuhan tersibuk di Sumatera bagian utara.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: indexsumut.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top