SUMATERA UTARA — Tim Bulu Tangkis dan Angkat Besi Indonesia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (30/9/2026) malam, membawa tiga medali emas dari Asian Games 2026. Dua emas disumbangkan cabang bulu tangkis, satu lainnya dari angkat besi lewat Rahmat Erwin Abdullah.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir turun langsung menyambut rombongan di terminal kedatangan. Total tujuh medali dibawa pulang dari dua cabang tersebut, terdiri dari tiga emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Cabang bulu tangkis menjadi penyumbang medali terbesar dengan koleksi enam keping. Dua emas diraih tim beregu putra serta pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin pada nomor ganda putra.
Leo/Daniel memastikan gelar juara setelah menumbangkan wakil China, Liang Weikeng/Wang Chang, lewat pertarungan tiga gim 2-1. Laga final itu jadi salah satu momen paling dramatis bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2026.
Medali perak dipersembahkan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah di nomor ganda campuran. Keduanya harus mengakui keunggulan wakil China di partai puncak.
Tiga perunggu bulu tangkis diraih Alwi Farhan pada tunggal putra, Fajar Alfian/Shohibul Fikri pada ganda putra, serta tim beregu putri.
Dari arena angkat besi, Rahmat Erwin Abdullah menyumbangkan emas pada kelas 75 kg putra. Total angkatannya mencapai 366 kg, hasil dari snatch 160 kg dan clean & jerk 206 kg.
Perunggu angkat besi datang dari Luluk Diana Tri Wijayana di kelas 49 kg putri. Sementara Indah Afriza mencatatkan total 223 kg dan finis di peringkat lima pada nomornya.
Sejumlah cabang lain masih melanjutkan pertandingan. Tim takraw putra Indonesia menang 2-0 atas Korea Selatan, sementara pasangan padel ganda putri Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini menang telak 6-1, 6-0.
Hasil kurang menguntungkan datang dari hockey. Tim putri kalah 1-2 dari Uzbekistan, sedangkan tim putra tumbang tipis 3-4 dari Sri Lanka di Pool A.
Di cabang tinju, Maikhel Roberrd Muskita masih berjuang di perempat final kelas 80 kg melawan Kim Minseong. Kepulangan tim bulu tangkis dan angkat besi ini menandai berakhirnya perjuangan dua cabang andalan Indonesia di Asian Games 2026.