Studi Belgia: Sistem Full Self-Driving Tesla Langgar Batas Kecepatan di Zona 30 km/jam

Penulis: Wan Rizal  •  Selasa, 29 September 2026 | 14:03:31 WIB
Lembaga Johanna.be menguji sistem Full Self-Driving Tesla di zona 30 km/jam di Belgia.

SUMATERA UTARA — Lembaga swadaya masyarakat mobilitas asal Belgia, Johanna.be, menemukan sistem Full Self-Driving (FSD) Tesla melampaui batas kecepatan di 55 persen kasus yang diuji pada zona 30 km/jam. Pengujian berlangsung selama tiga hari di Brussels dengan total jarak sekitar 400 km, ditambah beberapa perjalanan di Flanders dan Wallonia. Temuan ini mempertanyakan kesiapan FSD menghadapi aturan lalu lintas spesifik tiap negara Eropa.

Pengujian dilakukan pada Juli 2026 dengan fokus pada situasi yang menuntut perlindungan khusus bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Peneliti menyoroti zona berkecepatan 30 km/jam, jalan perumahan berbatas 20 km/jam, serta jalur khusus sepeda. Metode ini dipilih karena aturan di kawasan tersebut paling ketat di Belgia.

Hasilnya, ketika batas kecepatan dilampaui, kecepatan aktual rata-rata kendaraan mencapai 44 km/jam, atau sekitar 47 persen di atas batas yang seharusnya. Pelanggaran tidak terjadi sekali dua kali, melainkan berulang di hampir semua rute yang diuji.

Kamera Deteksi Benar, Sistem Malah Ambil Batas 50 km/jam

Peneliti menemukan kejanggalan pada cara FSD memproses data kamera. Rambu 30 km/jam awalnya terbaca dengan benar, tetapi pengemudi kemudian terus-menerus disuguhi tampilan batas 50 km/jam di layar kendaraan.

Kondisi tersebut terjadi di 90 persen zona 30 km/jam yang diuji. Artinya, kamera bekerja sesuai fungsinya, namun perangkat lunak tampaknya mengadopsi batas kecepatan yang lebih tinggi saat memproses data visual tersebut.

FSD Coba Menyalip Pesepeda di Jalur yang Dilarang

Masalah lain muncul di zona jalan khusus sepeda. Sistem otonom Tesla berulang kali mencoba menyalip pengendara sepeda, padahal aturan lalu lintas Belgia melarang manuver tersebut.

Dalam satu sesi pengujian, kendaraan mencoba menyalip pengendara sepeda yang sama sebanyak empat kali. Pengemudi manusia harus mengambil alih kemudi setiap kali sistem gagal memahami konteks jalan.

Status Hukum FSD di Uni Eropa dan Celah Persetujuannya

Di Uni Eropa, FSD secara hukum belum diakui sebagai "mobil otonom". Pengemudi tetap bertanggung jawab penuh dan wajib waspada untuk melakukan intervensi kapan saja.

Tesla sudah memperoleh persetujuan sementara untuk FSD di Belanda. Sejumlah negara Uni Eropa lain kemudian mengadopsi persetujuan itu tanpa melakukan penilaian ulang.

Praktik ini dinilai gagal mengungkap fakta bahwa FSD tidak selalu mengenali peraturan lalu lintas khusus masing-masing negara, termasuk aturan yang berlaku di Belgia.

Implikasi bagi Rencana Ekspansi FSD di Pasar Lain

Temuan Johanna.be menambah daftar pertanyaan soal kesiapan FSD di wilayah dengan regulasi lalu lintas yang berbeda-beda. Setiap negara memiliki aturan kecepatan, jalur sepeda, dan prioritas jalan yang tidak bisa diseragamkan.

Bagi konsumen di pasar lain, termasuk Indonesia, hasil studi ini menjadi catatan penting. Sistem bantuan mengemudi tetap memerlukan pengawasan manusia, terutama di kawasan padat dengan aturan lokal yang spesifik.

Tesla belum memberikan tanggapan resmi atas hasil studi tersebut. Belum ada informasi apakah produsen akan memperbarui perangkat lunak FSD untuk mengatasi masalah pengenalan batas kecepatan di Belgia.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top