Prabowo Panggil Panglima Jilah ke Istana, Bahas Karhutla Kalimantan Barat

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:47:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/8/2025).

Presiden Prabowo Subianto memanggil Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah ke Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Jumat (28/8).

Panglima Jilah datang dari Kalimantan Barat bersama timnya. Ia tiba di kompleks Istana sekitar pukul 16.00 WIB dan menyebut kedatangannya untuk memenuhi panggilan Prabowo dalam rangka silaturahmi kenegaraan.

"Saya dipanggil Bapak (Presiden Prabowo) dalam rangka silaturahmi kenegaraan," kata Panglima Jilah saat ditemui sebelum pertemuan.

Ia mengatakan salah satu poin yang dibahas usai bertemu Prabowo adalah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

"Poin-poinnya saja, pembahasan (soal) Karhutla," ujarnya.

Menurutnya, pendataan warga yang terdampak karhutla di wilayahnya juga telah dilakukan. Ia menyebut salah satu masukan yang akan disampaikan kepada pemerintah berkaitan dengan kebutuhan bantuan personel.

Kendati demikian, ia menilai kondisi kebakaran di wilayah tersebut tidak terlalu parah. Persoalan yang dirasakan masyarakat, kata dia, terutama berasal dari kabut asap yang mengganggu kesehatan.

"Ya, sebenarnya enggak parah seberapa, cuma kabut itu kan mengganggu sekali ya, terutama untuk anak-anak kecil itu (terganggu) kesehatan, itu saja," ujarnya.

Kalimantan Barat saat ini menjadi salah satu wilayah dengan dampak karhutla terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (23/8), luas karhutla di Indonesia mencapai 72.798 hektare.

Dari total tersebut, Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luas karhutla terbesar, yakni mencapai 38.310 hektare. Setelahnya terdapat Riau dengan luas 16.249,24 hektare dan Kalimantan Selatan 8.019,62 hektare.

Kalimantan Tengah tercatat memiliki luas karhutla 7.634,46 hektare, disusul Sumatra Selatan 1.926,23 hektare dan Jambi sekitar 658,29 hektare.

Di tengah kondisi tersebut, TNI mengerahkan tiga satuan untuk diperbantukan kepada Kodam XII/Tanjungpura dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Ketiga satuan itu yakni Yonif TP 538/V/Brawijaya, Yonif TP 542/V/Brawijaya, dan Yonif TP 839/III/Siliwangi, yang merupakan Batalyon Teritorial Pembangunan.

Reporter: Redaksi
Back to top