Sebanyak 833 siswa jenjang SD dan SMP di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menerima bantuan perlengkapan sekolah dan beasiswa dari Pemkab Paluta. Bantuan ini menyasar siswa dari keluarga kurang mampu serta siswa berprestasi dari kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang tersebar di 12 kecamatan.
PADANG LAWAS UTARA — Pemkab Padang Lawas Utara memastikan tidak ada anak di wilayahnya yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Salah satu wujudnya diwujudkan melalui penyerahan bantuan perlengkapan sekolah dan beasiswa bagi 833 siswa yang digelar di Aula Kantor Sekretariat Daerah setempat, Rabu (26/8).
Bupati Paluta Reski Basyah Harahap menegaskan, program ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan sekadar barang, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
“Investasi terbesar daerah bukan hanya pembangunan jalan dan gedung, tetapi pembangunan sumber daya manusia karena merekalah yang menentukan masa depan Padang Lawas Utara,” ujar Reski.
Kepala Dinas Pendidikan Paluta Rahmad Hidayat Harahap merinci, bantuan perlengkapan sekolah diberikan kepada 514 siswa. Jumlah itu terdiri dari 380 siswa SD dan 134 siswa SMP. Setiap penerima mendapatkan satu stel seragam sekolah, satu pasang sepatu, dan satu tas sekolah.
Sementara itu, beasiswa kategori MBR diberikan kepada 319 siswa berprestasi, dengan rincian 211 siswa SD dan 108 siswa SMP. Beasiswa ini disalurkan langsung melalui rekening masing-masing siswa.
Rahmad menjelaskan, proses pencairan beasiswa saat ini masih dalam tahap checking dan kliring di bank penyalur. Pihaknya memperkirakan dana beasiswa akan masuk ke rekening penerima dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan.
“Program ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bupati Paluta Nomor 21 Tahun 2026 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Perlengkapan Siswa Miskin serta keputusan bupati tentang penetapan penerima bantuan,” kata Rahmad.
Dalam kesempatan itu, Reski berpesan kepada para siswa agar tidak merasa minder dengan kondisi ekonomi keluarga. Ia justru mendorong para pelajar untuk menjadikan keterbatasan sebagai motivasi meraih prestasi.
“Belajar sungguh-sungguh dan hormati orang tua serta guru. Keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk berprestasi,” pesannya.
Khusus bagi penerima beasiswa berprestasi, bupati berharap capaian yang diraih bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Para siswa berprestasi ini diharapkan mampu menjadi teladan bagi pelajar lain di Kabupaten Paluta.
Melalui program bertajuk “Pendidikan untuk Semua”, Pemkab Paluta berupaya meringankan beban orang tua sekaligus membuka kesempatan setara bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.