MEDAN — Dua medali perunggu lainnya diraih oleh Fithri Fathimah, mahasiswi D-4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi Fakultas Vokasi angkatan 2026, serta Fathier Muhammed Fachri Al-qubah, mahasiswa S-1 Peternakan Fakultas Pertanian angkatan 2026. Keduanya bertanding di Kelas F Putri dan Putra Dewasa.
Kejuaraan yang digelar Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Utara ini menjadi ajang pembuktian bahwa atlet kampus tak kalah bersaing di level provinsi. Pelatih Pencak Silat USU, Redha Azmi Kamal, menilai capaian ini menunjukkan keseimbangan peran mahasiswa antara akademik dan olahraga.
Di balik raihan emas, Mutiara mengaku melalui proses persiapan yang panjang. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam setiap sesi latihan untuk tampil maksimal di atas gelanggang.
“Saya berlatih sangat keras dan berusaha konsisten dalam setiap latihan. Bagi saya, latihan adalah bagian penting untuk mempersiapkan diri agar dapat tampil maksimal saat pertandingan,” ungkap Mutiara.
Baginya, medali emas ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, ia berharap torehan ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan mengharumkan nama kampus di kancah yang lebih luas.
“Medali ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih dan berkembang. Saya berharap ke depannya bisa kembali meraih prestasi yang lebih baik serta membawa nama baik Universitas Sumatera Utara,” pungkasnya.
Bagi USU, partisipasi di Sumut Open 2026 bukan hanya soal medali. Ajang ini menjadi laboratorium bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan teknis, membangun pengalaman bertanding, serta menumbuhkan semangat kompetitif yang sehat.
Dengan komposisi satu emas dan dua perunggu, kontingen USU menunjukkan konsistensi pembinaan atlet silat di lingkungan kampus. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa mampu berprestasi di luar ruang kuliah.