SUMATERA UTARA — Kebutuhan komputasi yang dipicu adopsi kecerdasan buatan tidak hanya mengubah cara industri membangun jaringan, tetapi juga mendorong transformasi total pada pusat data hingga kabel laut. Telkom Group merespons tren ini dengan menggeser fokus bisnis dari sekadar penyedia konektivitas menjadi pengelola ekosistem infrastruktur digital yang terintegrasi.
Dalam keynote pembukaan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026, Dian Siswarini menegaskan bahwa konektivitas kini berperan sebagai fondasi ekonomi digital masa depan, bukan sekadar penghubung antar titik.
Inisiatif pembangunan data center siap AI akan dijalankan melalui NeutraDC, unit bisnis pusat data milik Telkom. Perusahaan menargetkan penguatan posisi di sektor infrastruktur data center sekaligus membangun ekosistem yang mendukung generasi AI berikutnya.
Cakupan dukungan NeutraDC meliputi kapasitas yang dapat ditingkatkan secara berkelanjutan, konektivitas penuh, hingga kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Telkom tidak berhenti pada pembangunan kapasitas fisik semata.
"Kita juga harus menanamkan kemampuan cerdas, inovasi, dan teknologi yang lebih maju ke dalam infrastruktur tersebut," ujar Dian dalam keterangannya.
Di luar pusat data, Telkom akan memperkuat backbone infrastruktur domestik dan konektivitas internasional melalui Telin. Langkah ini dirancang untuk memastikan jaringan internasional terhubung mulus dengan jaringan domestik, pusat data, kapasitas komputasi, hingga layanan digital cerdas dan solusi enterprise.
Perusahaan menegaskan transisi dari sekadar memiliki infrastruktur menjadi mengoptimalkannya. Kolaborasi dengan mitra menjadi kunci untuk menciptakan nilai lebih besar dari aset jaringan fiber dan telekomunikasi yang sudah dimiliki.
"Platform ini akan meningkatkan tingkat pemanfaatan infrastruktur, mempercepat inovasi, dan memungkinkan kolaborasi yang lebih kuat di seluruh ekosistem," jelas Dian.
Ketiga inisiatif utama—data center AI, mobile broadband, dan fixed broadband—tidak berjalan sendiri-sendiri. Seluruh program tersebut merupakan bagian dari transformasi besar Telkom menghadapi era AI.
Ambisi jangka panjang perusahaan tertuang jelas: mentransformasi Telkom dari penyedia konektivitas menjadi pemimpin infrastruktur digital, dan pada akhirnya menjadi penggerak ekosistem AI di Indonesia. Pernyataan ini menegaskan posisi Telkom di tengah persaingan pusat data regional yang semakin ketat seiring melonjaknya permintaan kapasitas komputasi dari perusahaan teknologi global.