Akurasi Data Keluarga di Simalungun Jadi Kunci Kebijakan Tepat Sasaran, Kaper BKKBN Sumut Turun ke Lapangan

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:50:01 WIB
Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, meninjau langsung proses pemutakhiran data keluarga di kediaman warga Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun, Kamis (20/8).

Pemerintah Kabupaten Simalungun resmi memulai Pemutakhiran Data Keluarga pada Sistem Informasi Keluarga (SIGA) Tahun 2026, Kamis (20/8). Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, M.Si., menegaskan bahwa data yang akurat menjadi prasyarat utama agar setiap program pembangunan, khususnya di bidang kependudukan, benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

SIMALUNGUN — Peluncuran program ini berlangsung di Kecamatan Tanah Jawa dan dihadiri jajaran lintas sektor, mulai dari Asisten I Pemkab Simalungun, Kapolsek Tanah Jawa, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), hingga perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Kesehatan. Kehadiran para camat, kepala desa, serta kader pendata dalam kegiatan ini menegaskan bahwa pendataan keluarga bukan sekadar tugas administratif, melainkan kerja bersama yang menentukan arah pembangunan.

Mahyuzar mengingatkan bahwa setiap angka yang tercatat dalam data keluarga menyimpan realitas sosial yang kompleks. Ia menekankan, proses pendataan harus mencerminkan kondisi faktual di lapangan, bukan sekadar memenuhi target administratif.

“Data keluarga bukan sekadar angka. Di dalam setiap data terdapat kondisi, kebutuhan, dan persoalan keluarga yang harus kita pahami. Karena itu, data yang kita miliki harus benar-benar akurat, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujar Mahyuzar dalam sambutannya.

Kualitas Data Menentukan Intervensi Pemerintah

Menurut Mahyuzar, ketepatan sasaran program pembangunan sangat bergantung pada kualitas data yang dihasilkan. Data yang valid memungkinkan pemerintah merancang intervensi yang tepat, baik untuk program keluarga berencana, penurunan stunting, maupun pengentasan kemiskinan.

“Kita ingin data yang dihasilkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan intervensi yang tepat. Untuk itu, proses pemutakhiran harus dilakukan dengan teliti, objektif, lengkap, dan sesuai kondisi riil keluarga,” jelasnya.

Kader Pendata Jadi Ujung Tombak di Lapangan

Proses pemutakhiran tidak bisa berjalan sendiri. Mahyuzar menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga kader di tingkat desa. Peran kader sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan keluarga menjadi kunci keberhasilan pendataan.

“Pemutakhiran data keluarga ini tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, tenaga kesehatan, kader pendata, dan seluruh pihak terkait. Kita harus bersama-sama memastikan data yang dihasilkan berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Verifikasi Langsung ke Rumah Warga

Usai seremoni peluncuran, Mahyuzar langsung meninjau proses pendataan di lapangan. Ia mendatangi kediaman keluarga Bapak Deni untuk menyaksikan langsung bagaimana para kader menjalankan tugasnya menggunakan metode Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) melalui aplikasi Data Keluarga.

Kunjungan ini menjadi ajang verifikasi bahwa data yang masuk benar-benar menggambarkan situasi keluarga yang sesungguhnya. Mahyuzar menilai, wawancara langsung dengan keluarga adalah cara paling efektif untuk memastikan validitas informasi.

“Dengan turun langsung ke lapangan, kita dapat memastikan bahwa data yang dikumpulkan benar-benar menggambarkan kondisi keluarga. Di balik setiap data ada keluarga dengan kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pendataan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi dedikasi para kader yang menjadi ujung tombak pendataan. Menurutnya, ketelitian dan tanggung jawab para kader sangat menentukan kualitas data yang akan digunakan untuk kepentingan pembangunan daerah.

“Kader adalah ujung tombak kita di lapangan. Saya berharap seluruh kader dapat melaksanakan pendataan dengan teliti dan penuh tanggung jawab, sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat digunakan untuk kepentingan pembangunan,” tambahnya.

Pemutakhiran Data Keluarga pada SIGA Tahun 2026 di Kabupaten Simalungun diharapkan mampu memperkuat ketersediaan Satu Data Keluarga yang akurat dan mutakhir. Data ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan berbasis bukti, sekaligus memastikan program pemerintah menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih tepat sasaran.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: harianstar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top