12 Petani Karo Belajar Hidroponik dan Ternak Ayam Tanpa Bau di Medan, Ini yang Mereka Bawa Pulang

Penulis: Wan Rizal  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 15:48:31 WIB
Petani binaan PNM Kabanjahe mengikuti pelatihan pertanian terpadu di Syifa Hidroponik Medan, Selasa (14/8/2026).

KARO — Belasan petani binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Kabanjahe mendapat pelatihan langsung praktik pertanian terpadu di Syifa Hidroponik Medan. Mereka tidak hanya belajar menanam tanpa tanah, tetapi juga mengelola peternakan ayam dan budi daya ikan dalam satu sistem yang saling terhubung.

Kegiatan yang berlangsung Selasa (14/8/2026) itu merupakan agenda tahunan PNM melalui program "Sehari Berbagi Inspirasi". Program ini dirancang sebagai wadah bagi nasabah untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru dalam mengembangkan usaha.

Bukan Sekadar Hidroponik, tapi Satu Ekosistem Pertanian

Para petani asal Tanah Karo itu mempelajari konsep pertanian terpadu atau integrated farming. Dalam sistem ini, satu lahan dimanfaatkan untuk berbagai komoditas sekaligus.

Mereka mendapat pengetahuan tentang teknik beternak ayam agar tidak menimbulkan bau tak sedap. Selain itu, para peserta juga diajari memanfaatkan air kolam ikan yang kaya nutrisi untuk menyiram tanaman hidroponik.

Air bekas kolam ikan yang biasanya terbuang justru menjadi pupuk alami bagi selada, pakcoy, atau kangkung. Cara ini memangkas biaya produksi sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih.

Ilmu Praktis untuk Ekonomi Keluarga di Karo

Pemimpin Cabang PNM Kabanjahe Ronald Manurung mengatakan, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat praktis yang bisa langsung diterapkan para nasabah di daerah asal masing-masing.

"Lewat agenda tahunan ini, kami ingin para petani dari Karo bisa membawa pulang ilmu praktis. Kami berharap ilmu ini bisa diterapkan di daerah asal untuk meningkatkan perekonomian keluarga," ujar Ronald saat dihubungi Senin (17/8/2026).

PNM tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan pengetahuan agar usaha nasabah berkembang secara berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai penting karena banyak nasabah yang memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi pertanian terbaru.

Motivasi Baru dari Medan untuk Barusjahe

Betesda Sitepu, nasabah PNM Mekaar dari Unit Barusjahe, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai studi banding ini memberikan pengalaman baru yang menjadi inspirasi untuk mengembangkan usaha di daerahnya.

"Saya senang sekali bisa ikut. Banyak ilmu baru yang didapat, seperti cara ternak ayam tanpa bau dan memanfaatkan air kolam untuk tanaman. Ini jadi motivasi baru buat saya untuk dicoba di Barusjahe," katanya.

Melalui program pemberdayaan ini, PNM berharap para nasabah semakin mandiri dan produktif. Kapasitas usaha yang meningkat diharapkan berdampak langsung pada perekonomian keluarga di dataran tinggi Karo.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top